Presiden Iran Tuding Presiden AS Hasut Kekacauan di Iran

0
147

Teheran, LiputanIslam.com    Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menuding sejawatnya dari Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghasut orang agar menimbulkan aksi pengacauan, teror dan penghancuran di Iran.

Presiden Raisi menyatakan demikian dalam rapat kabinet Iran, Ahad (16/10), sembari menyebutkan bahwa tindakan Biden itu mengingatkan orang pada julukan “Setan Besar” yang dilekatkan pada AS oleh pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini.

Dia menambahkan bahwa jejak kejahatan AS terlihat dari berbagai aksi perusakan, pengacauan dan pembunuhan yang terjadi di berbagai kawasan Timur Tengah.

“Keberpihakan Washington selama 70 tahun kepada kejahatan Zionis (Israel) di Palestina serta pendudukan pasukan AS selama dua dekade atas wilayah Afghanistan hanyalah contoh dari praktik-praktik keji yang berasal dari Setan Besar ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa musuh-musuh Iran berusaha menunggangi gelombang demo protes yang terjadi di Iran beberapa waktu lalu demi menebar frustasi di tengah masyarakat Iran.

“Rencana-rencana musuh sudah terungkap sepenuhnya di mata bangsa Iran yang cerdas , dan yang kali inipun juga akan meniadakan kesempatan bagi musuhnya serta terus melangkah pasti menuju kemajuan dan pertumbuhan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden AS melontarkan pernyataan bernada campur tangan dan menghasut terkait dengan gelombang aksi protes dan kerusuhan yang sempat melanda Iran di tengah heboh kematian wanita muda Iran Mahsa Amini.

Juru bicara Kemlu Iran Nasser Kanaani di akun Instagramnya di hari yang sama juga menanggapi pernyataan Biden itu dengan menyebut AS sudah terbiasa berusaha menangkap ikan di air keruh.

“Karena dia (Biden) tak memiliki penasehat terpercaya dan juga tak memiliki ingatan yang baik maka saya mengingatkannya; Iran semakin kuat dan solid sehingga tak mungkin menyerah kepada sanksi dan ancamanmu yang sia-sia. Iran juga sudah terlampau menjulang untuk dapat diguncang kehendaknya oleh campur tangan dan statemen-statemen nyeleneh politisi yang sudah bertahun-tahun melakukan tindakan anti-Iran,” ungkap Kanaani.

Dia menambahkan, “Tidaklah mengejutkan kami pernyataan Biden maupun campur tangan AS, sebab campur tangan, agresi dan pembunuhan adalah watak rezim AS, namun kami adalah bangsa yang bersejarah, memiliki akar sejarah yang mendalam, dan sejak Agustus 1953 sampai sekarang telah terekam dengan baik dalam benak kami kebijakan-kebijakan pemerintah AS anti-Iran. Sejarah dan seluruh penjuru dunia tentu menyaksikan luka-luka akibat kejahatan dan kekerasan AS di dunia.”

Dia lantas menyebutkan, “Kalian (AS) sudah terbiasa memancing ikan di air keruh, tapi ingatlah bahwa ini adalah Iran, negeri kaum pria dan wanita terhormat.  Di negara kami, kami berbicara, bekerja dan berusaha bersama untuk mengobati luka besar dan kecil, dan membela kemerdekaan Iran. Karena itu pasti akan bertambah lagi daftar kekalahan kalian.” (mm/alalam)

Baca juga:

Ditemui Para Ulama Peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam, Ayatullah Khamenei Pastikan Keruntuhan Tatanan Dunia Unipolar

Ini Jawaban Obama Saat Disarankan Netanyahu Serang Iran

DISKUSI: