Iran Nyatakan Siap Pulihkan Hubungan dengan Saudi jika Ada Hasrat yang Sama dari Riyadh

0
118

Moskow, LiputanIslam.com   Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menyatakan  negaranya siap melanjutkan hubungan dengan Arab Saudi, “jika ada keinginan timbal balik dari Riyadh.” Dia juga mengutuk intervensi Barat dalam urusan internal Iran.

Dalam pidato pembukaan Forum Dialog Teheran edisi ketiga, Senin (19/12), Amir-Abdollahian mengatakan bahwa pemerintah Iran “siap” untuk menormalisasi hubungan dengan Arab Saudi, melanjutkan misi diplomatik dan membuka kedutaan besar di kedua negara.

Dalam forum yang dihadiri oleh sejumlah cendikiawan dari 36 negara di Institut Studi Politik dan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran itu dia menekankan bahwa posisi Iran harus disertai dengan “keinginan Saudi” dalam hal ini.

Amir-Abdollahian juga mengumumkan kesiapan dirinya untuk mengadakan pertemuan dengan para sejawatnya dari negara-negara Teluk di sela-sela KTT regional tentang Irak yang akan diadakan di ibu kota Yordania, Amman, Selasa.

Dia memandang KTT ini “dapat menciptakan ruang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi kawasan.”

Pada hari Selasa, Amman akan menjadi tuan rumah KTT regional kedua negara-negara tetangga Irak.

Kantor berita Iran melaporkan bahwa Amir-Abdollahian bertolak ke Amman, Senin.

Pada 8 Desember lalu, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein dalam sebuah konferensi pers bersama para sejawatnya dari Yordania dan Mesir di Amman menyatakan berharap Turki dan Iran berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa KTT regional di Yordania bisa menjadi “kesempatan” untuk menggerakkan pembicaraan pemulihan perjanjian nuklir, yang telah terhenti selama berbulan-bulan.

Di bagian lain pidatonya pada Forum Dialog Teheran dia mengutuk keras apa yang disebutkan campur tangan AS dan sekutu Baratnya terkait gelombang protes yang terjadi belakangan di Iran.

“Sikap dan intervensi yang tidak bertanggung jawab dan sewenang-wenang dari AS dan beberapa negara Barat (lainnya), yang ditujukan untuk menghasut kerusuhan di Iran melalui cara-cara politik serta bentuk perang kognitif, media, dan hibrida, mewakili upaya maksimal mereka untuk mengacaukan stabilitas negara ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa intervensi negara-negara Barat dalam urusan Iran terjadi padahal mereka sendiri terlibat kekerasan terhadap berbagai aksi protes di dalam negeri mereka.

“Republik Islam Iran telah memperingatkan pihak-pihak yang usil itu perihal intervensi apa pun dalam urusan dalam negeri Iran, dan dengan hati-hati mengamati intervensi tidak sah tersebut dan akan memberikan tanggapan yang kuat kepada mereka,” tegas Amir-Abdollahian.

Menlu Iran menambahkan, “Negara-negara yang menjadi tuan rumah teroris atau mendorong terorisme ekonomi dan media serta memicu kekerasan harus menyadari bahwa terorisme dan ketidakamanan adalah fenomena global. Anda tidak bisa tinggal di rumah kaca dan melempar batu tanpa terluka.”

Dia juga menegaskan bahwa pendirian Republik Islam Iran didasarkan pada kehendak rakyat, dan bahwa tuntutan damai rakyat dan perkembangan internal negara tidak boleh dieksploitasi oleh pihak lain sebagai cara untuk menyelesaikan masalah politik. (mm/raialyoum/presstv)

Baca juga:

Teheran: Klaim Kepala CIA mengenai Kerjasama Militer Iran-Rusia Bagian dari Propaganda Perang

Presiden Raisi dan MBS Dilaporkan Berkemungkinan Bertemu di Yordania

DISKUSI: