Presiden Iran: AS Harus Cabut Sanksi Sebelum Perundingan Secara Langsung

0
281

Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Sayid  Ebrahim Raisi menanggapi pernyataan kesediaan Amerika Serikat (AS) untuk berunding secara lansung dengan Iran.

Dalam pidato yang disiarkan secara langsung di televisi Iran pada Selasa malam (25/1), Raisi mengatakan bahwa Washington telah berulang kali menyerukan pembicaraan langsung dengan Teheran, tapi Raisi lantas menekankan bahwa AS perlu menghapus sanksi sebelum berbicara tentang negosiasi langsung.

Dia menyebutkan bahwa pemerintahannya sedang menjalankan kebijakan luar negeri yang seimbang dalam hubungan dengan negara-negara dunia.

Seperti pernah diberitakan, pemerintah AS menyatakan kesiapannya untuk mengadakan pembicaraan “mendesak” dengan Teheran secara langsung untuk pemulihan perjanjian tentang program nuklir Iran, setelah Teheran mengisyaratkan kemungkinan pembicaraan demikian jika dirasa perlu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS  mengatakan, “Pertemuan langsung akan memungkinkan komunikasi yang lebih efektif, yang mendesak untuk mencapai kesepahaman dengan cepat.”

Menyinggung hubungan Iran dengan China dan Rusia, Presiden Iran mengatakan bahwa pemerintahannya mengambil langkah besar dalam kebijakan internasional tetapi kebijakan tersebut belum seimbang di semua bidang.

Mengenai perundingan nuklir Iran di Wina dengan sejumlah negara besar dunia, Raisi memastikan negaranya sedang mengupayakan penghapusan semua sanksi AS anti-Iran, dan dalam situasi sekarang membangun hubungan dan interaksi dengan negara-negara tetangga seperti Rusia yang belum lama ini dia kunjungi menjadi agenda utama Teheran.

Dia juga menekankan bahwa  pandangan Iran ke arah Timur akan memperkuat hubungan politik Iran dengan negara lain.  (mm/mna/alalam)

Baca juga:

Tanggapi Isyarat dari Iran, AS Nyatakan Siap Berunding Langsung

Bersilang Pendapat Soal Iran, Kubu AS Terpecah di Wina

DISKUSI: