Baghdad, LiputanIslam.com –  Sebuah sumber politik Irak menyatakan bahwa penasehat politik di kepresidenan negara ini mengundurkan diri setelah Presiden Barham Salih mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela Forum Ekonomi Davos, Swiss.

Penasehat politik di kepresidenan, Ahmad al-Yasiri, mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya,” ungkap sumber itu, Rabu (22/1/2020).

Dia menambahkan, “Hal itu dilakukan menyusul pertemuan Presiden Barham Salih dengan Presiden AS Donald Trump.”

Trump dan Salih mengadakan pertemuan pada hari itu pula, dan keduanya membahas hubungan Washington-Baghdad serta keberadaan pasukan AS di Irak.

Dalam jumpa pers di Davos Salih menyebut jenderal Iran Qassem Soleimani yang dibunuh oleh AS sebagai simbol bagi sistem keamanan nasional Iran yang telah bersama pasukan Irak berjuang memerangi ISIS.

Baca: Jenderaal Qaani: AS Membunuh Soleimani Secara Licik, Kami akan Membalas Secara Jantan

Ketika ditanya mengenai menguatnya pengaruh Iran di Irak jika tentara AS ditarik dari Irak dia mengatakan, “Kami bertetangga dengan Iran. Tak satupun orang Irak menghendaki kembalinya situasi konflik atau perang dengan Iran. Kami telah banyak berperang di masa lalu.”

Dia menambahkan bahwa Irak ingin menjalin hubungan baik dengan Iran yang disebutnya sebagai pemain besar geopolitik dan negara penting di kawasan.

Barham Salih mengadakan pertemuan dengan Trump meskipun sebelumnya telah mendapat ancaman akan diusir dari Baghdad oleh kelompok pejuang relawan Brigade Hizbullah Irak.

Baca: Hizbullah Irak Ancam Usir Presiden Salih dari Baghdad Jika Temui Trump

(mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*