Presiden Cechnya: Macron, Berhentilah Sebelum Terlambat!

0
139

Grozny, LiputanIslam.com –  Presiden Cechnya Ramzan Akhmadovich Kadyrov melontarkan pernyataan pedas terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron, memperingatkan kepadanya agar berhenti menyudutkan Islam, dan menyebutnya sebagai pemimpin inspiratif bagi terorisme di Prancis.

Seperti diketahui, Macron belakangan ini bersikukuh pada pendiriannya membela penerbitan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw atas nama kebebasan berekspresi. Dia juga menyebut Islam sebagai agama yang mengalami krisis di mana-mana, dan menilai guru yang telah memperlihatkan karikatur itu kepada siswanya di dalam kelas sebagai kampiun kebebasan.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui kanal Telegram, Selasa (27/11/2020), Kadyrov menyatakan, “Saya tidak tahu bagaimana kondisi Macron ketika dia membuat pernyataan ini, tapi konsekuensi dari pernyataannya bisa sangat tragis. Presiden Prancis sendiri sekarang telah menjadi seperti teroris dan pendukung provokasi, dan secara implisit menyerukan umat Islam untuk melakukan kejahatan.”

Kadyrov menekankan bahwa presiden Prancis tidak dapat mengabaikan bahwa “karikatur Nabi diterima oleh umat Islam dengan rasa sakit, dan dengan perilakunya dia malah mengobarkan api, bukan memadamkannya.”

Presiden Cechnya menilai bahwa presiden Prancis, dengan dalih “memulihkan ketertiban,” sedang mengembangkan undang-undang baru dan berbicara tentang “perlunya mengontrol masjid dan organisasi keagamaan, tapi padahal masalahnya ada pada dirinya.”

Kadyrov mendesak para pemimpin Eropa agar “menghormati konsep-konsep seperti agama, budaya, dan moral,” dan mengingatkan bahwa selagi tidak demikian maka  “tidak akan ada masa depan atau sistem yang layak di negara mereka.”

“Memperolok agama mereka pandang sebagai penghormatan kepada kebebasan berekspresi, padahal di saat yang sama mereka melanggar norma pihak lain,” ungkapnya.

Kadyrov lantas memperingatkan, “Macron, sebelum terlambat, berhentilah memprovokasi dan menyerang agama, jika tidak, Anda akan memasuki sejarah sebagai presiden yang membuat keputusan yang berharga mahal.”

Dia juga menegaskan, “Anda bahkan tidak memiliki keberanian untuk mengakui bahwa memperolok agama dan memparodikan itulah yang menyebabkan guru di pinggiran kota Paris bernasib tragis. Akibatnya, Anda menyebutnya sebagai pahlawan Prancis, sementara orang yang terprovokasi olehnya Anda anggap sebagai teroris.”

Kadyrov menambahkan, “Baiklah, Macron, jika Anda menyebutnya teroris, maka dalam hal ini Anda seratus kali lebih buruk daripada dia, karena Anda memaksa orang untuk meneror, mendorong mereka ke sana, tidak memberi mereka pilihan, dan Anda menciptakan semua kondisi untuk menumbuhkan ide-ide ekstremis di benak para pemuda. Anda dapat dengan aman menyebut diri Anda pemimpin yang inspiratif bagi terorisme di negara Anda.”

Kadyrov lantas memperingatkan, “Jika Anda tidak ingin memahami realitas-realitas sederhana itu, maka bersiaplah menghadapi realitas bahwa umat Islam di seluruh dunia tidak akan menolerir penghinaan terhadap Nabi Muhammad (saw).”  (mm/rta)

Baca juga:

Buntut Penerbitan Kartun Nabi, Para Pejabat Iran Ramai-Ramai Mengecam Presiden Prancis

Uskup Agung dan Alim Ulama Palestina Kutuk Tindakan Macron Melukai Perasaaan Umat Islam

DISKUSI: