Presiden Assad: Suriah dan Rusia Berperang Melawan Musuh yang Sama

0
17

Damaskus, LiputanIslam.com  Presiden Suriah Bashar Al-Assad menyatakan bahwa negaranya dan Rusia sedang berperang melawan satu musuh yang sama.

Hal itu dia nyatakan dalam kata sambutannya saat ditemui delegasi bersama Rusia dan Republik Donetsk yang dipimpin oleh Dmitry Sablin, kepala pihak Rusia pada Komite Persahabatan Parlemen Suriah-Rusia, dan Menteri Luar Negeri Donetsk Natalia Nikonorova, Kamis (16/6).

Kepada Presiden al-Assad delegasi tersebut menjelaskan situasi di wilayah Donbass dan perkembangan operasi militer khusus Rusia di wilayah itu serta upaya pemulangan penduduknya ke kota-kota mereka setelah situasi di banyak daerah pulih dan rekonstruksi dimulai.

Para anggota delegasi itu menegaskan keinginan mereka memperkuat dan meningkatkan taraf hubungan dengan Suriah di segala bidang.

Dalam rangka ini Menteri Luar Negeri Donetsk menyampaikan pesan Presiden Donetsk, Denis Pushilin, kepada Presiden al-Assad, dan Al-Assad pun menyambut baik pesan ini sembari mengungkapkan kesiapan Suriah memulai kerja untuk peningkatan hubungan dengan Republik Donetsk pada level politik.

Presiden al-Assad mengucapkan selamat kepada anggota delegasi itu atas terbebasnya sebagian besar wilayah Donbass dari cengkraman Neo-Nazi, dan menekankan bahwa Rusia dan Suriah berperang melawan satu musuh yang sama, dan bahwa Amerika Serikat adalah pihak yang mengelola terorisme dan neo-Nazi.

Presiden al-Assad menyatakan bahwa konfrontasi utama dan terbesar adalah melawan kebijakan hegemonik Barat, yang merasa sebagai sentral dunia sehingga ingin mengelola dunia sesuai dengan kepentingannya.

“Karena itu, negara-negara yang membela kedaulatannya sudah seharusnya membangun hubungan yang kuat satu sama lain, yang sekiranya memperkuat pendirian mereka dan mewujudkan kepentingan bangsa mereka,” ujar Al-Assad.

Presiden Suriah menekankan pentingnya kerjasama ekonomi dan hubungan kebudayaan, terutama karena “apa yang dialami rakyat Donbass mirip dengan apa yang dialami rakyat Suriah, sebab negara-negara Barat menggunakan senjata sanksi ilegal dan blokade untuk melumpuhkan ekonomi negara-negara yang tak bersedia tunduk kepada mereka.” (mm/alalam)

Baca juga:

Tentara Suriah Perkuat Posisinya di Depan Pengerahan Militer Turki

Hamas: Suriah Diserang karena Israel Gagal Menundukkan Damaskus

DISKUSI: