Presiden AS Sulit Diharap Soal Perjanjian Nuklir, Iran Minta Kongres Turun Tangan

0
296

Teheran, LiputanIslam.com –   Hossein Amir Abdollahian mengatakan bahwa Teheran tidak dapat mempercayai jaminan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bahwa Washington tidak akan meninggalkan kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) lagi karena AS sebelumnya telah melakukan pelanggaran.

Dalam wawancara eksklusif dengan Financial Times, Amir Abdollahian menyebut Washington telah gagal memenuhi permintaan Iran untuk jaminan bahwa tidak ada pihak yang dapat meninggalkan kesepakatan nuklir seperti yang dilakukan AS di bawah mantan Presiden Donald Trump pada tahun 2018. Teheran juga mendesak supaya semua sanksi yang dijatuhkan oleh Trump dicabut.

“Pada prinsipnya, opini publik di Iran tidak dapat menerima sebagai jaminan kata-kata seorang kepala negara, apalagi AS, akibat penarikan diri Amerika dari JCPOA,” katanya, seperti dikutip Fars, Selasa (16/2).

Para ahli mengatakan hampir tidak mungkin pemerintahan Joe Bide memberikan jaminan hukum yang diminta Teheran. Namun, Amir Abdollahian mengaku telah meminta para perunding Iran mengusulkan kepada pihak-pihak Barat bahwa “setidaknya parlemen atau ketua parlemen mereka, termasuk Kongres AS, dapat menyatakan dalam bentuk pernyataan politik komitmen mereka terhadap perjanjian dan kembali ke implementasi JCPOA” .

“Komitmen Iran sejelas rumus matematika. Sangat jelas apa yang harus kita lakukan dan bagaimana langkah-langkah ini akan diverifikasi melalui IAEA (Badan Energi Atom Internasional). Karena itu, pihak lain tidak dapat memiliki kepedulian; Tapi kami tetap prihatin terutama tentang jaminan (bahwa AS tidak akan menarik diri),” terangnya.

Mengekspresikan frustrasi Teheran terhadap sikap Washington dalam pembicaraan selama berminggu-minggu di Wina karena berisiko terhenti, Amir Abdollahian menambahkan, “Kami menghadapi masalah selama periode ini karena pihak lain tidak memiliki inisiatif serius.”

Dia mengatakan bahwa Iran ingin negosiasi mengarah pada “pencabutan total” sanksi. Tantangannya, bagaimanapun, adalah bahwa pemerintahan Biden bersedia untuk menghapus sanksi ekonomi yang disahkan oleh Trump.

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan para pejabat AS telah mengirim “banyak pesan” untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Iran, tetapi mengesampingkan langkah demikian.

Sementara itu, perunding senior Iran menyatakan bahwa “kesepakatan nuklir sudah jauh lebih dekat daripada sebelumnya”, namun dia juga memperingatkan, “Tapi selagi tak ada kesepakatan atas segala sesuatunya maka tak akan pula kesepakatan atas suatu apapun.” (mm/fna/alalam)

Baca juga:

Iran Bersikukuh Pencabutan Sanksi adalah Syarat Dijalinnya Kesepakatan

Melalui Media Bahrain, Perdana Menteri Israel Ancam Iran dan Isyaratkan Aliansi Militer

DISKUSI: