Presiden Aljazair Resmi Menentang Normalisasi Hubungan Arab dengan Israel

0
112

Algiers, LiputanIslam.com –  Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune menegaskan negaranya tidak akan menyambut baik dan tidak akan berpartisipasi dalam apa yang dia sebut “kebergegasan menuju normalisasi.”

Dalam dengan wawancara televisi pemerintah yang disiarkan pada hari Ahad (20/9/2020), Tebboune menyatakan bahwa masalah Palestina merupakan”perkara suci” dan “induk berbagai masalah” bagi rakyat Aljazair.

Presiden Aljazair menekankan bahwa masalah Palestina hanya dapat diselesaikan melalui pembentukan negara Palestina dalam lingkup perbatasan tahun 1967, dengan Al-Quds sebagai ibukotanya.

“Kunci Timur Tengah adalah penyelesaian masalah Palestina,” tegasnya.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) segera menyambut gembira dan memuji penolakan Presiden Tebboune terhadap normalisasi hubungan Arab-Israel.

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri di halaman Twitter-nya menyebutkan bahwa faksi pejuang Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza ini mengapresiasi pernyataan Tebboune yang berisi komitmen Aljazair kepada perjuangan Palestina dan penolakan tegas terhadap normalisasi hubungan dengan Israel.

Abu Zuhri menyebut pernyataan Tebboune sebagai “ekspresi keteguhan pendirian Aljazair dalam urusan Palestina”.

Pernyataan Tebboune tersebut merupakan pernyataan sikap resmi pertama Aljazair terkait dengan penandatanganan perjanjian normalisasi UEA dan Bahrain dengan Israel pada 15 September di Gedung Putih, AS. (mm/rta/aljazeera)

Baca juga:

Palestine Foundation Luncurkan Kampanye Lawan Israel, Perampok al Quds 

Penduduk Quds dan Teheran Gelar Protes Anti-Normalisasi Hubungan dengan Israel

 

DISKUSI: