Palestine Foundation Luncurkan Kampanye Lawan Israel, Perampok al Quds

0
100

Karachi, LiputanIslam.com–Palestine Foundation baru-baru ini mengumumkan kampanye kesadaran melawan Israel sebagai perampok Tanah Suci al Quds, Yerusalem.

Pimpinan komite pelindung Palestine Foundation meluncurkan pengumuman ini dalam konferensi pers di Karachi, Pakistan pada hari Sabtu (19/9) kemarin.

Para pimpinan tersebut termasuk diantaranya mantan legislator Mehfooz Yar Khan, Mayor Qamar Abbas (purnawirawan), pemimpin JUP-Noorani, Allama Qazi Ahmed Noorani, pemimpin Jamaat-e-Islami, Muslim Pervaiz, pemimpin MWM, Allama Baqir Zaidi, Tariq Hassan PMLQ, PMLN Pirzada Azhar Ali Hamdani, para pemimpin Sunni Tehreek Pakistan Matloob Awan Qadri, ketua PILER Karamat Ali, Masoor Hashmi dari Ittehad Ahle Sunnat, pemimpin Jamiat Ahle Hadees,, Allama Abdul Khaliq Fareedi, dan Sekjen Yayasan Palestina (PLF) Pakistan, Sabir Abu Maryam.

Mereka mengatakan Israel telah menduduki Palestina, khususnya al-Quds (Yerusalem), secara ilegal dan bahwa Israel telah merebut hak-hak Palestina.

Selain itu, mereka menegaskan bahwa blok pro-Israel yang dipimpin AS telah melakukan konspirasi melawan Pakistan untuk menyabotase isu-isu Palestina dan Kashmir. Mereka bersumpah untuk menggagalkan rencana jahat musuh-musuh tersebut.

AS, Israel, dan India disebut berusaha untuk menciptakan situasi anarkis di Pakistan demi kepentingan Israel.

Menurut mereka, mendukung Israel sama saja dengan mengkhianatan Palestina dan Kashmir.

Namun, mereka berjanji untuk melawan rencana musuh ini dan menciptakan kesadaran di antara publik dengan meluncurkan kampanye Israel Na Manzoor. Di dalam kampanye ini, Palestine Foundation akan mengadakan rapat umum, demonstrasi, seminar, konferensi, dan pameran yang menyoroti masalah Palestina dan Kashmir serta konspirasi AS, Israel, dan India.

Dalam konferensi pers tersebut, mereka juga mengutuk normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel.

Mereka mengatakan bahwa UEA dan Bahrain telah membahayakan seluruh OKI, Liga Arab, dan GCC melalui normalisasi hubungan dengan Israel. Kedua negara Arab itu juga disebut telah mempertaruhkan keamanan kawasan dengan mengizinkan Israel meningkatkan pengaruhnya di sana. (ra/ https://www.dawn.com/)

DISKUSI: