Penduduk Quds dan Teheran Gelar Protes Anti-Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
86

Quds, LiputanIslam.com –  Warga Palestina di  kota al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) menggelar aksi protes anti-normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Rezim Zionis Israel.

Lembaga pemberitaan Palestina al-Shehab melaporkan bahwa aksi itu digelar di dekat kompleks Masjid al-Aqsa setelah mereka menunaikan salat Jumat (18/9/2020).

Di dalam masjid yang sangat disucikan oleh umat Islam itu para jamaah berkonsentrasi dan meneriakkan slogan-slogan anti normalisasi.

Pengunjuk rasa juga membawa spanduk bertuliskan; “Negara yang menormalisasi hubungan adalah pengkhianat!”

Selasa lalu Bahrain dan UEA menandatangani perjanjian normalisasi kontroversial dan ditengahi AS dengan Israel di Washington.

Normalisasi itu dikecam oleh publik serta banyak tokoh Arab dan Muslim dan dinilai sebagai pengkhianatan secara terang-terangan terhadap perjuangan Palestina.

Di Iran, negara yang lantang mengecam normalisasi itu, penduduk Teheran Kamis lalu turun ke jalan-jalan dan berkonsentrasi di Bundaran Palestina sembari memekikkan yel-yek kutukan terhadap normalisasi yang mereka sebut pengkhianatan tersebut.

Di Bahrain, yang juga dilanda gerakan aksi protes serupa, kelompok oposisi utama, Al-Wefaq menegaskan bahwa tak seperti penguasanya, rakyat Bahrain tetap menyokong bangsa Palestina.

Selain itu, hingga Jumat kemarin sebanyak  lebih dari dua juta tanda tangan terkumpul bagi “Piagam untuk Palestina,” sebuah petisi yang diluncurkan oleh aktivis UEA sebagai penolakan atas normalisasi Arab dengan Israel.

Sehari sebelumnya, petisi mendapat sekitar satu juta tanda tangan.

Piagam tersebut telah didukung oleh banyak organisasi pro-Palestina, termasuk gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), Koalisi Teluk Persia Melawan Normalisasi, dan Liga Emirat Menentang Normalisasi. (mm/presstv/afn)

Baca juga:

Persatuan Ulama Palestina Haramkan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Rouhani Tuding UEA dan Bahrain Berusaha Menyediakan Pangkalan untuk Israel

DISKUSI: