Presiden Afghanistan yang Kabur Berlindung di UEA

0
224

Dubai, LiputanIslam.com –  Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang telah melarikan diri dari Kabul sekarang berlindung di UEA.

Ghani meninggalkan Afghanistan saat Taliban bergerak maju ke ibu kota Kabul pada akhir pekan lalu.

Kemlu UEA, Rabu (18/8), menyatakan UEA menyambut Ghani dan keluarganya dengan alasan kemanusiaan.

Dalam pidato video pada hari Rabu, Ghani membantah anggapan bahwa dia melarikan diri. Dia mengaku meninggalkan Kabul semata demi mencegah apa yang disebutnya “pertumpahan darah”.

“Untuk saat ini, saya berada di Emirat agar pertumpahan darah dan kekacauan dihentikan. Saya sedang dalam pembicaraan untuk kembali ke Afghanistan,” ujarnya.

Ghani juga menepis rumor bahwa dia ke UEA dengan membawa sejumlah besar uang. Dia menyebut rumor itu “sama sekali tidak berdasar” dan “kebohongan”.

Pria berusia 72 tahun itu mendapat kecaman keras dari politisi Afghanistan lainnya karena meninggalkan negaranya begitu saja.

“Tuhan akan meminta pertanggungjawabannya dan bangsa juga akan menghakimi,” kata Abdullah Abdullah, ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden dalam pidatonya Senin lalu juga menyesalkan pemerintah Afghanistan karena melarikan diri.

Selanjutnya, Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman Rabu lalu mengatakan kepada wartawan bahwa Ghani “tidak lagi menjadi tokoh di Afghanistan”.

Namun, dengan terus merujuk pada “Presiden Ghani”, Kemlu AS menyatakan belum ada penyerahan kekuasaan secara resmi.

Dalam pidato videonya yang disiarkan langsung di Facebook, Ghani mengaku dievakuasi oleh tim keamanannya dari istana kepresidenan “dalam kondisi di mana saya bahkan tidak bisa memakai sepatu saya”.

“Peristiwa berlangsung dengan cepat. Saya ingin merundingkan pemerintah inklusif dengan Taliban,” katanya.

Dia juga mengaku mendukung pembicaraan antara Taliban dan mantan pejabat dari pemerintahannya. (mm/alalam/bbc)

Baca juga:

Taliban: Acara Asyura Bebas, Imam Husain Tokoh Paling Penuh Pengorbanan dalam Sejarah Islam

Biden Berada di Bawah Tekanan Kongres yang Marah

DISKUSI: