PM Palestina Pastikan Normalisasi Hubungan dengan Israel Tak Membantu Perdamaian

0
63

Ramallah, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh menekankan bahwa normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel bukannya melayani perimbangan perdamaian untuk tanah, melainkan melayani keinginan Israel berupa perdamaian secara cuma-cuma.

Dalam pertemuan dengan Komisi Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa, Shtayyeh meminta negara-negara Uni Eropa mengakui negara Palestina serta menaikkan biaya pendudukan dengan beralih dari penandaan pada komoditas Israel menjadi pemboikotan total atasnya serta memainkan peran aktif dalam proses politik di masa mendatang untuk memecah status quo dalam perkara Palestina.

Dia menekankan bahwa rakyat Palestina yang terdera oleh pendudukan adalah pihak yang paling diuntungkan dari solusi politik yang adil.

Perdana Menteri Palestina menilai tidak fair anggapan bahwa para pemimpin Palestina melewatkan segala kesempatan

“Sebab kami memang tidak memiliki kesempatan yang menunjang hak-hak rakyat kami,” ujarnya.

Shtayyeh menegaskan bahwa Israel harus menjamin keamanan negara dan bangsa Palestina, bukan malah menuntut bangsa yang diduduki agar menjamin keamanan keamanan pihak yang menduduki.

Dia memperingatkan bahwa setiap proses politik harus bertumpu pada penghentian pendudukan Israel,  dan berdasarkan solusi dua negara sesuai hukum internasional dan resolusi PBB. (mm/rta)

Baca juga:

90% Warganet Arab Menolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

Puluhan Ribu Orang Israel Berunjuk Rasa Tuntut Pengunduran Netanyahu

DISKUSI: