PLO: Israel Jalankan Rencana Pembersihan Etnis

0
213

Ramallah, LiputanIslam.com –  Dewan Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengutuk berlanjutnya pelanggaran Rezim Zionis Israel terhadap hak-hak warga dan para pejabat Palestina di kota Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) dan sekitarnya.

Anggota Komite Eksekutif PLO, Hanan Ashrawi, dalam sebuah pernyataannya, Selasa (5/5/2020) mengutuk “aksi penangkapan masif yang menyasar 13 orang Palestina, termasuk Sekjen Kongres Rakyat Nasional Quds, Mayjen Bilal Al Natsheh, serta menyerbu dan menggeledah rumah-rumah.”

Ashrawi mengatakan , “Terorisme terorganisir harian yang melanda wilayah pendudukan Quds dan sekitarnya, merupakan realisasi kebijakan dan metode rezim pendudukan (Israel), yang bertujuan mengimplementasikan rencana pembersihan etnis, pemindahan paksa, dan pemisahan etnis.”

Dia menambahkan bahwa “dengan dukungan dan kemitraan pemerintah Amerika” Israel mempraktikkan pemindahan paksa warga Palestina di Quds “untuk merampas hak mereka untuk tetap tinggal di tanah dan propertinya sendiri.”

Baca: Brigade al-Qassam Catat Rekor Jumlah Roket yang Ditembakkan ke Israel

Ashrawi juga menyebutkan bahwa aksi kotor Zionis itu dilakukan juga dalam rangka menggagalkan upaya pemerintah Palestina memerangi wabah Covid-19 di Quds, di mana Rezim Zionis mengabaikan kondisi kesehatan warga kota ini serta menghambat upaya otoritas Palestina memberikan bantuan kesehatan dan keuangan kepada mereka.

Baca: 130 Politisi Inggris Minta Israel Disanksi Atas Rencana Ekspansi di Tepi Barat

Ashrawi mengingatkan bahwa “pendudukan rasis dan ekstrem serta praktik ilegal dan tidak manusiawi Israel itu merupakan ancaman nyata bagi kehidupan warga Quds dan sekitarnya.”

Karena itu, dia menyerukan kepada masyarakat dan lembaga internasional terkait agar turun tangan menghentikan pelanggaran tersebut serta meminta pertanggungjawaban Israel atas segala kejahatannya. (mm/raialyoum)

DISKUSI: