Pilpres Iran, TPS Ditutup Setelah Perpanjangan Waktu Hingga Dini Hari

0
265

Teheran, LiputanIslam.com –  Jutaan orang Iran telah mengikuti pilpres, Jumat (18/6), dengan rela menjalani antrean panjang di berbagai tempat pemungutan suara (TPS) yang dibuka sejak pukul 07.00 sampai 24.00 waktu setempat.

Televisi Iran menayangkan antrean-antrean panjang di berbagai TPS di sejumlah kota akibat tingginya animo masyarakat, terlebih setelah Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali berpidato tentang pilpres Iran di tengah badai serangan dari media asing, yang bagi Iran sudah biasa setiap kali menyelenggarakan pemilu.

Media Iran menyebutkan bahwa pada jam 19.30 waktu setempat tercatat sebanyak 22 juta orang atau 37% pemilih telah memberikan suaranya, dan TPS yang seharusnya ditutup pada jam 24.00 diperpanjang dua jam di sejumlah kawasan di semua penjuru negara ini untuk memberi kesempatan kepada pemilih yang terlambat datang.

Hingga berita ini disusun belum ada laporan secara persis berapa persen pemilih yang telah mengikuti dan menyukses pilpres, namun diperkirakan tak akan setinggi persentase pada pilpres sebelumnya. Adapun hasil penghitungan suara diperkirakan akan dirilis pada hari ini, Sabtu (19/6).

Pilpres Iran diselenggarakan secara serempak di dalam dan di luar negeri Iran dengan mempersaingkan empat orang kandidat, yaitu Ebrahim Raeisi, Mohsen Rezaei, Amirhossein Ghazizadeh Hashemi dan Abdol-Nasser Hemmati setelah tiga kandidat lain, yaitu Mohsen Mehr-Alizadeh, Saeed Jalili dan Alireza Zakani, mengundurkan diri.

Ebrahim Raeisi adalah capres terkuat yang diperkirakan akan menggantikan presiden petahana Hassan Rouhani. Raeisi yang dikenal dekat dengan Ayatullah Khamenei adalah orang yang dikenai sanksi oleh AS karena dianggap terlibat dalam penjatuhan hukuman mati terhadap para tahanan politik pada puluhan tahun silam.

Saluran Al-Mayadeen yang berbasis di Libanon menyebutkan bahwa realitas di tempat-tempat pemungutan suara pilpres Iran 2021 telah menjungkir balik perkiraan dan opini yang dibuat oleh negara-negara musuhnya.

Menurut Al-Mayadeen, media Barat dan negara-negara Arab Teluk gencar menebar keraguan ihwal pemilu Iran sehingga Ayatullah Khameneipun menyindir negara-negara Arab dengan mengatakan bahwa cemoohan terhadap Iran yang jelas-jelas rutin menyelenggarakan pemilu juga dilakukan oleh negara-negara yang justru tak kenal demokrasi dan pemilu sehingga “tak dapat membedakan antara kotak suara dan kotak buah”. (mm/fna/raialyoum/almayadeen)

Baca juga:

Pemimpin Iran Sebut Partisipasi Rakyat dalam Pilpres Besok adalah Bentuk Perlawanan terhadap Musuh

Iran Hari ini Selenggarakan Pilpres Ke-8

DISKUSI: