Pemimpin Iran Sebut Partisipasi Rakyat dalam Pilpres Besok adalah Bentuk Perlawanan terhadap Musuh

0
259

Teheran,LiputanIslam.com- Ayatullah Ali Khamenei menyebut Pilpres Iran pada Jumat besok sebagai peristiwa menentukan dalam semua persoalan ekonomi dan nonekonomi negaranya. Hal ini disampaikan Pemimpin Negeri Mullah itu dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Rabu (16/6).

Ayatullah Khamenei menyinggung upaya tanpa henti para musuh Iran untuk mengurangi partisipasi rakyat, melemahkan negara, meningkatkan tekanan serta intervensi politik, ekonomi, dan teror di Iran.

“Rakyat, terutama lapisan bawah, wajar jika mengeluh karena ada sebagian persoalan kehidupan mereka yang belum ditangani. Karena itu, persoalan ini harus diatasi dengan memilih seorang sosok kuat, tekun, tangguh, dan tak kenal letih,” katanya.

Dengan nada optimis, Ayatullah Khamenei meyakini bahwa rakyat Iran pada hari Jumat besok akan berpartisipasi aktif dalam Pilpres tanpa memandang selera politik, sebagaimana yang telah ditunjukkan mereka saat mengiringi pemakaman Jenderal Qassem Soleimani dahulu.

Pemimpin Tertinggi Iran menyatakan, terwujudnya Republik Islam bergantung pada dua aspek kerepublikan dan keislaman. Oleh sebab itu, kata Ayatullah Khamenei, ”Semua pusat kekuatan-kekuatan setan di dunia secara khusus menentang dan merintangi Pilpres di Iran, yang merupakan simbol kerepublikan.”

Menurut Ayatullah Khamenei, tujuan penting propaganda musuh adalah merusak opini publik tentang Pilpres dan, jika memungkinkan, melakukan campur tangan dalam Pilpres.

“Kebesaran dan kemegahan Pilpres Iran tidak diinginkan musuh bisa terlihat oleh dunia. Namun Pilpres selalu berlangsung tepat waktu dan dihadiri dengan animo tinggi rakyat,” tandasnya.

Ia menjelaskan, besarnya partisipasi rakyat dalam Pilpres akan berperan dalam menambah kekuatan dan kinerja Presiden yang akan datang.

“Ada banyak peluang dan fasilitas di negara. Untuk memanfaatkan semua itu, butuh orang-orang tekun, tak kenal lelah, dan tangguh. Kekuatan ini muncul dari partisipasi dan suara berlimpah dari rakyat, yang akan memberikan kemampuan lebih kepada Presiden baru untuk mengatasi problem,” tegasnya. (af/alalam)

DISKUSI: