Pihak Presiden Terpilih AS Beritahu Israel Dimulai Komunikasi dengan Iran Soal Perjanjian Nuklir

0
183

Washington, LiputanIslam.com –  Pemerintahan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dilaporkan telah memberitahukan kepada para pejabat Israel bahwa mereka telah memulai kemunikasi rahasia dan tenang dengan para pejabat Iran mengenai pemulihan perjanjian nuklir Iran, JCPOA.

Pemberitahuan ini sesuai dengan apa yang diperkirakan oleh Israel sendiri sebelumnya bahwa AS dan Iran telah memulai dialog secara tidak langsung.

Direktur dinas rahasia Israel, Mossad, Yossi Cohen, sedang berada di Washington, AS, dan menemui para pejabat pemerintahan presiden petahanan Donal Trump yang akan segera berakhir, termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Menurut norma diplomatik, Cohen seharusnya tidak mengadakan pembicaraan dengan pemerintahan yang baru terpilih sebelum resmi menjabat, namun Channel 12 milik Israel melaporkan bahwa Cohen ternyata juga mengadakan pembicaraan dengan staf keamanan Biden.

Pemberitahuan dari pihak Biden kepada Israel tersebut diberikan manakala Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sedang membentuk tim untuk merumuskan strategi Israel dalam pembicaraan awal dengan pemerintahan Biden mengenai program nuklir Iran.

Rabu lalu, situs Walla milik Israel mengutip pernyataan pejabat di kantor Netanyahu bahwa tim tersebut akan mencakup perwakilan dari Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keamanan, tentara Israel, Mossad, dan Komisi Energi Atom.

Netanyahu berniat menunjuk seorang pejabat senior untuk memimpin tim itu dan menjadi utusan khusus untuk berbicara dengan pemerintah baru AS sebelum AS kembali kepada kesepakatan nuklir dengan Iran.

Para pengamat keamanan menduga kuat bahwa Netanyahu, yang masa jabatannya akan berakhir pada Juni mendatang, telah menunjuk Cohen sebagai kepala tim tersebut, atau duta besar Israel untuk Washington, Ron Dermer, yang merupakan salah satu penasihat paling dekat Netanyahu.

Ada dugaan di Israel bahwa akan terjadi pergesekan pemerintahan Biden dan rezim Zionis Israel akibat perbedaan besar antara keduanya dalam masalah Iran.

Dalam kampanye pemilu presiden AS, Biden pernah mengumumkan bahwa dia akan memasuki negosiasi dengan Iran dan kembali ke JCPOA jika Iran kembali kepada implementasinya secara penuh, sementara Netanyahu menganggap langkah demikian sebagai “kesalahan fatal.” (mm/raialyoum/rta)

Baca juga:

Tanggapi Penerbangan Pembom AS, Iran Tegas Tak Ragu Hancurkan Agresor

[Video]: Dua Rudal Balistik Iran Meledak Dekat Kapal Induk AS di Samudera Hindia

DISKUSI: