Petinggi IRGC: 120 Tentara AS Tewas dalam Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Ain Assad

0
15

Teheran, LiputanIslam.com –  Petinggi pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa jumlah tentara AS yang tewas akibat gempuran rudal IRGC ke pangkalan udara Ain Assad di Irak mencapai 120 orang.

Seperti dilansir kantor berita resmi Iran, IRNA, penasehat panglima IRGC Brigjen Ali Balali dalam sebuah acara mengenang “Syuhada Muqawamah” yang diselenggarakan di kota Turbat Haydaria, Provinsi Khorasan, Iran barat laut, Rabu (19/2/2020), mengatakan, “Harga darah komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani dan para syuhada Poros Resistensi adalah pengusiran pasukan AS dari kawasan… Pembunuhan Jenderal Soleimani oleh AS merupakan kesalahan besar.”

Dia juga mengatakan, “AS telah melayangkan beberapa surat (kepada Iran) melalui berbagai negara, dan di situ AS semula mengancam akan bereaksi terhadap segala bentuk pembalasan…  Hanya saja, mereka lantas mendapat tamparan rudal menyakitkan yang menerjang pangkalan Ain Assad dan menewaskan 120 orang.”

Ali Balali menegaskan, “Sebagaimana kemenangan revolusi Islam menghasilkan keterusiran AS dari Iran, darah Syahid Soleimani dan syuhada Poros Muqawamah juga akan menghasilkan keterhapusan eksistensi AS di kawasan.”

Mengenai rudal Iran dia mengatakan, “Margin error pada presisi rudal-rudal kita dulu mencapai satu kilometer, tapi presisi itu sekarang, berkat anugerah Allah SWT dan jerih payah Syahid Hassan Tehrani Moghaddam serta para syuhada dan pakar lainnya, meningkat hingga ke level yang memungkinkan kita membidik titik di pangkalan-pangkalan AS di kawasan.”

Seperti diketahui, jenderal tersohor Iran Qassem Soleimani terbunuh bersama wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya, akibat serangan udara AS pada tanggal 3 Januari 2020.

Pada dini tanggal 8 Januari 2020 IRGC membalas serangan AS itu dengan menghujankan belasan rudal balistiknya ke dua pangkalan militer AS di Irak, termasuk Lanud Ain Assad yang ditempati oleh sekira 1500 tentara AS.

Baca: Pengusiran Militer AS dari Irak adalah Syarat Diterimanya Kabinet Allawi

IRGC pada klaim awalnya menyatakan serangannya itu menewaskan 80 tentara AS, sementara Presiden AS Donald Trump semula mengklaim serangan balasan Iran itu tidak menjatuhkan korban tewas maupun luka, namun belakangan Pentagon beberapa kali mengumumkan pertambahan demi pertambahan jumlah korban cedera, di mana yang terbaru diantaranya, yaitu pada tanggal 10 Februari 2020, menyebutkan jumlah 109 orang.

Baca: Ayatullah Khaemenei: Musuh Sia-Sia Ingin Pengaruhi Pemilu Iran

Pada 10 Januari lalu pemerintah Irak meminta pemerintah AS mengirim delegasi untuk membahas mekanisme penarikan pasukan dari Irak, namun AS menolaknya dan memberikan sinyal ancaman untuk menerapkan embargo terhadap Irak jika Baghdad tetap bersikeras dengan tuntutan pengeluaran pasukan AS dari Irak.

Dan pada Jumat 23 Januari terjadi unjuk rasa jutaan rakyat Irak di Baghdad untuk menegaskan tuntutan mereka agar tentara AS angkat kaki dari Irak. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS: