Petinggi Fatah: Biden Sama Saja dengan Trump, dan Saudi tak akan Menormalisasi Hubungan dengan Israel

0
161

Beirut, LiputanIslam.com  Sekretaris Komisi Pusat Fatah Palestina Jibril Rajoub menyebut pemerintahan presiden AS sekarang Joe Biden sama saja dengan pemerintahan sebelumnya, dan menilai Arab Saudi tak akan menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Dalam wawancara dengan TV Al-Mayadeen Lebanon, Kamis (7/7), Rajoub mula-mula mengungkapkan bahwa Alhazair sejak beberapa bulan lalu telah memulai inisiatif untuk menyimak suara dari semua elemen Palestina.

“Dengan spirit positif dan iktikad baik, saudara-saudara di revolusi Aljazair beberapa bulan lalu telah memulai inisiatif untuk mendengarkan semua pihak dan elemen Palestina. Pada peringatan revolusi Aljazair telah terjadi pertemuan antara Abu Mazen (Ketua Otoritas Palestina Mahmud Abbas) dan Saudara Abu Abd (Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh), dan tak ada alasan untuk memaksakan pertemuan ini lebih dari apa yang terduga,” terangnya.

Mengenai hubungan Fatah dengan Hamas dia mengatakan, “Kami terbuka pada Hamas, sudah menjadi tanggungjawab kami bertemu, bersepakat dan menyudahi situasi menyakitkan bagi semua orang Palestina, tapi pertemuan ini baginya tak akan menjadi pendahuluan atau peluang politik.”

Dia menambahkan, “Kami peduli untuk mengakhiri perpecahan dan membangun kemitraan nasional berdasarkan pembentukan negara Palestina merdeka sesuai perbatasan tahun 1967 dengan Quds (Yerussalem) sebagai ibu kotanya, hak pengungsi untuk pulang, dan pengembangan konsep aturan konflik dengan rezim pendudukan dari perspektif nasional dengan konsensus nasional, dan bentuk negara yang ingin kita bangun.”

Mengenai hubungan Arab Saudi dengan Israel, Rajoub mengatakan, “Kami masih menaruh harapan pada penolakan Saudi terhadap normalisasi (hubungan dengan Israel) sebelum penyelesaian masalah Palestina, dan kami mendapat janji dari sejumlah pihak Arab yang berpartisipasi dalam konferensi ini bahwa mereka tak akan mengabaikan urusan Palestina ataupun menguatkan pendudukan.”

Dia menambahkan, “Fatah mendapat jaminan bahwa Saudi tak akan pernah beranjak ke normalisasi sebelum penyelesaian masalah Palestina, dan lebih dari satu negara Arab, terutama Saudi, (menyatakan) bahwa apa yang dikatakan oleh media tidak akan diterjemahkan ke ranah fakta, kami yakin pada apa yang kami dengar dan dari siapa kami mendengar.”

Mengenai hubungan dengan pemerintah AS selama era Presiden Joe Biden, Rajoub mengatakan, “Kami melihat bahwa pemerintahan ini tidak berbeda dari pendahulunya, dan tidak memenuhi aspirasi minimum kami, dan kondisi Palestina bukanlah prioritas bagi mereka.”

Dia juga mengatakan, “Kami hanya memiliki satu musuh, dan yaitu Israel, dan kompas tidak boleh berubah untuk tempat lain.” (mm/almayadeen)

Baca juga:

Benarkah Israel 2 Kali Rontokkan Drone Hizbullah?

Aljazair Jamu Dua Faksi Palestina yang Bertikai

DISKUSI: