Aljazair Jamu Dua Faksi Palestina yang Bertikai

0
129

Aljir,LiputanIslam.com– Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan Presiden Pemerintahan Otonom Palestina (PNA) Mahmoud Abbas mengadakan pertemuan pada Selasa malam (5/7) di Aljazair. Hal tersebut terjadi atas inisiatif Presiden Aljazair Abdelmajid Tebboune.

Stasiun televisi Aljazair mengabarkan, pertemuan itu dilakukan di sela-sela keikutsertaan delegasi Palestina dalam peringatan kemerdekaan Aljazair ke-60.

Wakil Abbas, Ziyad Umar, Kepala Intelijen PNA, Majid Faraj, Hakim Agung Palestina Muhammad Habas, dan seorang petinggi Hamas, Sami Abu Zuhri pun turut hadir dalam pertemuan ini.

Televisi Aljazair menyebut momen ini sebagai pertemuan bersejarah, namun tidak memublikasikan isi pertemuannya. Berdasarkan laporan, Tebboune dan Abbas menandatangani sebuah dokumen untuk menamakan salah satu jalan di Ramallah dengan Aljazair.

Perselisihan antara Hamas dan Fatah dimulai di tahun 2007. Menyusul kemenangan Hamas dalam Pemilu 2007 sebagai partai penguasa setelah memperoleh 74 kursi, Fatah yang dipimpin Abbas awalnya menerima hasil Pemilu. Namun setelah penentangan AS dan Eropa terhadap hasil Pemilu, dengan alasan bahwa Hamas adalah “kelompok teroris”, Fatah pun turut serta menolak hasil Pemilu. Penolakan ini menimbulkan perselisihan dan kesenjangan politik antara Hamas dan Fatah, yang masih berlanjut hingga sekarang.

Sejak hari pertama itu, AS dan Eropa telah memblokade Gaza dan melarang segala bantuan untuk Hamas serta transaksi keuangan dengannya. Gaza juga diblokade secara ketat dari laut, darat, dan udara oleh Rezim Zionis.

Agar blokade itu dapat ditembus, warga Gaza menggali terowongan di perbatasan dengan Mesir. Dengan begitu, mereka pun bisa memasok kebutuhan-kebutuhan warga.

Kegagalan blokade ekonomi atas Gaza membuat Rezim Zionis melancarkan perang destruktif atas kawasan ini di tahun 2008, 2012, dan 2014. Akibat agresi-agresi ini, 3 ribu warga Palestina gugur, ribuan orang terluka, dan puluhan ribu rumah hancur. (af/fars)

DISKUSI: