Petikan Pidato Ayatullah Khamenei Mengenai Gelombang Kerusuhan di Iran

0
180

Teheran, LiputanIslam.com   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan pidato yang oleh berbagai media Iran disebut “penting” karena menyinggung gelombang demo rusuh yang sempat melanda berbagai kota Iran selama berhari-hari menyusul kematian wanita muda Mahsa Amini saat berada dalam proses pembinaan oleh polisi.

Dalam pidato pada upacara kelulusan bersama taruna akademi angkatan bersenjata Iran, Senin (3/10), secara blak-blakan dia menyebut AS dan Israel sebagai dalang kerusuhan.

Berikut ini adalah beberapa petikan pidatonya:

“Dalam peristiwa ini, lembaga kepolisian negara, pasukan relawan Basij dan rakyat Iran adalah pihak yang paling dizalimi. Namun, sebagaimana dalam peristiwa-peristiwa lain, rakyat terlihat sepenuhnya tangguh, dan di masa mendatangpun juga akan demikian. Di masa mendatang, di manapun musuh hendak menciptakan kekacauan, rakyat Iran yang pemberani dan berimanlah yang akan pasang badang lebih dari yang lain.”

“Sebagaimana Amirul Mukminin Ali as, bangsa Iran tertindas tapi tangguh. Dalam peristiwa ini, seorang gadis telah meninggal dan kita semuapun prihatin. Namun, reaksi yang dilakukan terhadap peristiwa ini dimana sejumlah orang -dengan tanpa pendalaman dan alasan yang gamblang-  turun ke jalanan dan mengacaukan keamanan, membakar Al-Quran, menarik hijab dari kepala perempuan, membakar masjid, Husainiyah dan mobil warga, adalah reaksi yang tak biasa dan wajar.”

“Seandainya tak ada kasus tentang gadis inipun, mereka tetap akan mengadakan dalih lain supaya tahun ini, di awal bulan Mehr, mereka dapat menimbulkan kekacauan dan kerusuhan.”

“Dengan terus terang saya mengatakan bahwa kerusuhan dan kekacauan ini telah dirancang oleh AS dan rezim perampas dan palsu Zionis serta orang-orang bayaran mereka, dan beberapa orang Iran pengkhianat di luar negeri telah membantu mereka.”

“Sebagian orang, ketika disebutkan bahwa suatu peristiwa adalah rancangan dan ulah musuh, merasa sensitif dan pasang badan demi membela badan intelijen AS dan Zionis, dan juga menggunakan analisa dan ungkapan-ungkapan falasi  untuk mengatakan tak ada ulah asing.”

“Di dunia ini banyak terjadi kerusuhan, di Eropa, terutama Perancis dan Paris. Meski di sana sesekali terjadi kerusuhan panjang, apakah selama ini presiden dan DPR AS pernah mendukung para perusuh dan membuat pernyataan? Pernahkah mereka membuat pernyataan ‘kami mendukung kalian’? Pernahkah media yang berafiliasi dengan kapitalis AS dan para antek mereka semisal pemerintah beberapa negara regional, termasuk Saudi, mendukung para perusuh di negara-negara ini? Pernahkah AS mengatakan ‘kami sediakan perangkat keras ataupun piranti lunak untuk para perusuh agar mereka gampang berkomunikasi.”

“Adapun di Iran, dukungan seperti ini telah berulang kali terjadi. Lantasmengapa sebagian orang tak melihat adanya tangan asing? Bagaimana orang yang cerdas tak merasa bahwa di balik peristiwa ini ada tangan-tangan lain yang bermain?”

Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menyinggung kemajuan Iran di semua sektor dan kemampuan negara republik Islam menghadapi sanksi Barat.

“Mereka (musuh) tidak ingin kemajuan seperti itu terjadi di negara ini, dan telah merencanakan untuk menutup universitas, menciptakan ketidakamanan di jalanan, dan melibatkan pejabat negara dengan masalah baru di sisi barat laut dan tenggara negara ini untuk menghentikan pertumbuhan,” ujarnya.

Dia memastikan musuh salah besar dalam membuat perhitungan sehingga plot mereka  terhadap Iran tidak akan menghasilkan apa-apa. (mm/fna)

Baca juga:

Iran Tuding AS dan Inggris Terlibat Langsung dalam Gelombang Kerusuhan di Iran

Teheran: Iran Tak Terima Jika Mendapat Ancaman Asing dari Perbatasannya

DISKUSI: