Pesawat AS Boyong Teroris ISIS dari Suriah ke Irak

0
212

Baghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan AS telah memindahkan kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/DAESH) dari Suriah ke Irak di tengah sepak terjang Washington untuk mempertahankan keberadaan pasukannya di Irak.

“Saksi mata yang tinggal di sepanjang perbatasan (Irak) dengan Suriah telah memberi tahu para pejabat keamanan bahwa pasukan Amerika melakukan pengiriman teroris DAESH secara besar-besaran dari Suriah ke Irak,” ungkap Mohammad Mahdi al-Bayati, salah seorang pemimpin organisasi Badr Irak, kepada kantor berita al-Maalomah, Ahad (10/5/2020).

Dia menjelaskan bahwa para teroris itu memasuki Irak melalui perbatasan dekat wilayah Kurdistan, dan penempatan baru itu bertujuan meningkatkan serangan teroris di Irak agar menjadi alasan bagi upaya AS mempertahankan kebercokolan pasukannya di Negeri 1001 Malam.

Pasukan AS diharuskan meninggalkan Irak berdasarkan keputusan parlemen Irak pada Januari lalu menyusul aksi teror pasukan AS yang menewaskan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Letjen Qassem Soleimani dan rekan seperjuangannya, wakil ketua pasukan relawan Irak Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis.

Alih-alih angkat kaki dari Irak, pasukan AS malah memperkuat keberadaannya dengan mengerahkan lebih banyak pasukan dan peralatan militer.

AS belakangan ini mulai memindah pasukan pendudukannya dari sejumlah pangkalan militer di Irak sesuai rencana penempatan baru.

Banyak kalangan di Irak menduga langkah itu merupakan taktik militer di tengah adanya laporan bahwa Washington sedang menyusun rencana untuk menyerang relawan Hashd al-Sha’abi.

Baca: al-Hashd al-Shaabi: ISIS di Irak Terima Bantuan Asing

Keberadaan pasukan AS menjadi masalah serius bagi Perdana Menteri baru Irak Mustafa al-Kadhimi.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar AS untuk Irak, Matthew Tueller, di Baghdad, Sabtu, al-Kadhimi menegaskan bahwa negaranya jangan sampai menjadi pangkalan untuk melancarkan serangan terhadap negara tetangga atau negara sahabat.

Sekitar 5.000 tentara AS berada di Irak dengan dalih menyokong pasukan Irak dalam penumpasan ISIS.

Usai rapat kabinet, Sabtu, Kadhimi mengatakan perjanjian strategis Irak dengan AS akan ditinjau.

Baca: AS Bisa Saja Pindahkan Patriot dari Saudi ke Irak untuk Lindungi ISIS

Irak dan AS menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Strategis pada tahun 2008 berdasarkan hubungan persahabatan dan kerjasama bilateral.

Namun, hubungan itu memburuk setelah pasukan AS melancarkan aksi teror terhadap Soleimani dan al-Muhandis, dan kemudian serangan udara terhadap Hashd al-Shaabi sehingga parlemen Irak membuat keputuan yang mengharuskan penarikan keluar pasukan AS. (mm/fna)

DISKUSI: