Perundingan Nuklir Dimulai lagi di Jenewa, Iran dan AS Adakan Pertemuan

0
177

Jenewa, LiputanIslam.com –   Putaran pertama perundingan nuklir Iran dengan negara-negara 5+1 (AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China plus Jerman) dimulai di Jenewa, Swiss, Rabu (29/9), setelah diperpanjang tujuh bulan pada bulan lalu.

Dilaporkan bahwa dalam dua hari terakhir telah terjadi pertemuan-pertemuan bilateral antara delegasi Iran dan delegasi AS pada tingkat pakar dan wakil menteri luar negeri untuk membahas rincian kesepakatan final.

Delegasi Iran yang mencakup Wakil Menlu Abbas Araghchi dan Wakil Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengadakan pertemuan dengan delegasi AS yang dipimpin oleh Wakil Menlu Wendy Sherman mengadakan tiga sesi perundingan yang bertele-tele dan sulit namun “dalam situasi yang positif”, menurut sumber-sumber yang mengikutinya.

Aragchi sendiri mengatakan bahwa pembicaraan berlangsung seputar hal-hal yang diperselisihkan, terutama mengenai pencabutan sanksi AS terhadap Iran.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa perundingan-perundingan bilateral lain delegasi Iran dengan delegasi Prancis dan delegasi-delegasi lain juga dijadwalkan setelah terpecahkannya beberapa kesulitan yang mengemuka.

Disebutkan bahwa Jubir Badan Tenaga Atom Iran Behruz Kamalvandi menegaskan bahwa negaranya tidak akan menerima pengeluaran uranium jenis apapun ke luar negeri, dan menekankan bahwa Iran tidak akan pernah berpaling dari hak-haknya yang legal, terutama dalam pengayaan uranium.

Dia juga menyebutkan bahwa penghentian pengayaan uranium 20%  dilakukan Iran semata-mata dengan sukarela dan temporal.

Senada dengan ini, Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan negaranya tak akan menerima lebih dari pelaksanaan perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), atau kurang dari pasal-pasal yang terkait dengan pencabutan sanksi terhadap Iran.

Di pihak lain, Menlu AS Antony Blinken, Kamis, mengatakan, “Bola ada di pihak Iran, tapi bukan untuk jangka waktu yang lama. Peluang yang tersedia terbatas, dan mulai terkuras.”.

Dia mengkonfirmasi Presiden AS Joe Biden siap mengembalikan negaranya kepada perjanjian yang diteken pada tahun 2015, yang membatasi proyek nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi.(mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

PM Israel Sebut Iran Langgar Semua Garis Merah, Ini Tanggapan Sengit Iran

Pasukan Elit Iran Ancam Gulung Teroris di Irak Utara

DISKUSI: