PM Israel Sebut Iran Langgar Semua Garis Merah, Ini Tanggapan Sengit Iran

0
239

NewYork, LiputanIslam.com –   Wakil Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Majid Takht-Ravanchi menanggapi keras pernyataan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dalam pidatonya di Majelis Umum PBB.

“Iran-fobia di PBB telah mencapai puncaknya. Pernyataan Perdana Menteri Rezim Zionis (Israel) penuh dusta. Rezim yang memiliki ratusan hulu ledak nuklir ini tak berada dalam posisi patut berbicara tentang program nuklir damai kami,” ungkapnya di Twitter, Selasa (28/9).

Dikutip kantor berita resmi Iran, dia menambahkan bahwa keengganan Bennett buka mulut soal Palestina menunjukkan kebersikerasannya untuk terus menistakan hak bangsa Palestina.

Dalam pidato selama 25 menit, Bennett menyebut Iran “melanggar semua garis merah terkait dengan proyek nuklirnya, melanggar kesepakatan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan menyusahkan para pemeriksanya, memperkaya uranium hingga ke volume yang mendekati langkah pembuatan senjata (nuklir), dan lolos dari sanksi.”

Dia juga mengatakan, “Program nuklir Iran telah mencapai titik penting, dan begitu juga toleransi kita. Kata-kata tidak menghentikan sentrifugal berputar… Israel tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir…. Di dunia sepertinya ada orang-orang yang melihat upaya Iran memiliki senjata nuklir sebagai sebuah realitas yang terelekkan.”

Sementara itu, Teheran menolak desakan AS agar Iran memperkenankan inspektur PBB memasuki situs nuklir Iran di kota Karaj.

Kepala Badan Tenaga Atom Iran Mohammad Eslami, Selasa, menegaskan Washington tidak berada posisi yang patut berbicara mengenai bentuk kerjasama antara Iran dan IAEA. Dia menambahkan bahwa negaranya menolak desakan tersebut.

Senada dengan ini, Wakil Tetap Iran untuk Organisasi Internasional yang berbasis di Wina, Kazem Gharibabadi, menegaskan, “IAEA, AS dan tiga negara Eropa harus tahu bahwa tidak bisa mereka tinggal diam terhadap aksi teror Zionis dan tidak mencegahnya, tapi di saat yang sama menyerukan pemantauan lanjutan dan kehadiran kamera IAEA di fasilitas di mana tindakan sabotase itu telah dilakukan di sana.”

Pada Juni lalu situs tersebut menjadi sasaran aksi sabotase di mana kamera-kamera CCTV IAEA dirusak, dan karena itu Iran lantas mencopot semua kamera itu.

Senin lalu PBB menyatakan Iran berkewajiban memperkenan tim inspektur badan ini melakukan pemeriksaan bengkel manufaktur peralatan yang digunakan dalam pengayaan uranium. (mm/raialyoum/reuters/alalam)

Baca juga:

Beralasan dengan Ulah Israel, Iran Tolak Pemasangan Kamera di Fasilitas Nuklirnya

Puji Irak, Hizbullah Kecam Konferensi Normalisasi dengan Israel di Kurdistan

DISKUSI: