Perunding Iran Bertolak ke Wina untuk Memulai lagi Negosiasi Nuklir

0
88

Teheran, LiputanIslam.com  Tim perunding Iran yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Ali Baqeri Kani bertolak menuju Wina, ibukota Austria, pada Rabu malam (3/8), untuk melanjutkan perundingan nuklir dan penghapusan sanksi terhadap Iran.

“Dalam kerangka kebijakan untuk menghapus sanksi yang menindas terhadap negara kita, tim perunding Republik Islam Iran yang dipimpin oleh Dr. Ali Bagheri, negosiator utama, akan berangkat ke Wina dalam beberapa jam,” ungkap Jubir Kemlu Iran Nasser Kana’ani dalam keterangannya, Rabu sore.

“Dalam putaran pembicaraan ini, yang akan diadakan seperti sebelumnya dengan koordinasi Uni Eropa, akan ada diskusi dan pertukaran pandangan tentang ide-ide yang disampaikan oleh para pihak, termasuk ide-ide yang disampaikan oleh Republik Islam Iran kepada pihak lain awal pekan ini,” tambah pejabat itu.

Dia menekankan kembali tekad Iran untuk mencapai kesepakatan parmenan yang menjamin hak dan kepentingan bangsa negara ini.

Sebelumnya, Deputi Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Enrique Mora mengaku akan ke Wina untuk membahas usulan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Borrell mengenai perjanjian nuklir 2015, yang lazim disebut Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Pada akhir Juli, Borrell mengaku telah mengusulkan rancangan teks baru untuk menghidupkan kembali perjanjian Iran dengan sejumlah negara terkemuka dunia tersebut.

Tanpa menyebutkan rincian usulannya,  dia bersumbar bahwa tidak ada ruang tersisa untuk kompromi besar lebih lanjut.

Iran dan AS sama-sama mengkonfirmasi bahwa Uni Eropa telah mengajukan proposal baru.

Teheran mengaku menyambut baik jalur diplomasi dan negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang kuat dan baik, dan mendesak AS agar bersikap pragmatis demi menemukan solusi.

Ahad lalu Baqeri Kani menyatakan Teheran siap memberi dorongan terakhir agar negosiasi nuklir membuahkan hasil dalam waktu sesingkat mungkin jika pihak Barat bersedia melakukan langkah serupa.

Baqeri Kani di Twitter menyebutkan Iran telah berbagi “gagasan yang diusulkan, baik pada substansi dan bentuk, untuk membuka jalan bagi kesimpulan cepat dari negosiasi Wina”.

Dia menjelaskan bahwa Teheran dan kelompok P4+1 (Inggris, Perancis, Rusia dan China plus Jerman) melakukan pembicaraan di Wina dengan tujuan “memperbaiki situasi pelik dan destruktif yang disebabkan oleh penarikan sepihak dan tidak sah AS dari JCPOA pada tahun 2018”. (mm/fna)

Baca juga:

Dirjen IAEA Sebut Program Nuklir Iran Berkembang dengan“Sangat dan Sangat Pesat”

Iran Operasikan Ratusan Mesin Sentrifugal Baru

DISKUSI: