Pertama Kali, Teheran Ungkap Daftar Nama Mata-Mata dan Sabotase Anti-Nuklir Iran

0
300

Teheran, LiputanIslam.com –   Pemerintah Teheran mengungkap sejumlah nama dan identitas para pelaku upaya sabotese, spionase dan penggagalan proyek nuklir Iran yang terjadi selama ini.

Pengungkapan ini tergolong pertama kalinya, karena upaya-upaya demikian serta aksi teror yang menyasar para ilmuwan nuklir sudah berulang kali terjadi di Iran, namun baru sekarang Teheran merilis daftar nama pelaku.

Nama-nama yang baru dirilis itu ialah sebagai berikut;

  1. Ali Asytari, lahir di Teheran tahun 1963, seorang ahli teknik elektronik yang menjadi agen Israel selama 2-3 tahun dan telah dihukum mati pada 18 November 2008. Dia menjalankan misinya ketika menjadi penasehat di beberapa instansi vital seperti pusat riset nuklir dan forum pertahanan militer.
  2. Majid Jamali Fashi, lahir di Teheran tahun 1978, peraih medali perunggu dalam kejuaraan internasional kickboxing di Riyadh tahun 2009. Dia ditangkap pada tahun 2010 dan dihukum mati karena terlibat pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Masoud Ali Mohammadi atas perintah dinas rahasia Israel, Mossad.
  3. Shahram Amiri, lahir di Kermanshah tahun 1978, seorang ilmuwan nuklir bidang isotop. Dia menghilang ketika berkunjung ke Saudi dengan alasan untuk menunaikan umroh pada tahun 2009. Iran menuduh Saudi menyerahkan pria itu kepada AS.

Pada tahun 2010 dia pulang ke Teheran dari Washington untuk memboyong keluarganya, tapi kemudian ditangkap. Pengadilan Iran pada tahun2016 menyatakan bahwa Amiri telah dihukum mati karena berkhianat dengan menyerahkan informasi penting mengenai proyek nuklir Iran kepada AS.

  1. Jason Rezaian, jurnalis AS berdarah Iran, lahir di California tahun 1976, dan menjabat sebagai direktur kantor Washington Post di Teheran. Dia ditangkap oleh pemerintah Iran bersama istrinya pada tahun 2014 dengan tuduhan melakuan kegiatan mata-mata. Tapi dia kemudian dibebaskan pada tahun 2015 bersama tiga orang AS lain dalam pertukaran tahanan antara Iran dan AS.
  2. Siamak Namazi, lahir di AS pada tahun 1971, seorang pengusaha Iran-AS. Dia didakwa sebagai mata-mata AS dan telah mengadakan 14 kali pertemuan dengan Mossad. Dia ditangkap pada tahun 2015 ketika berkunjung ke Iran. Ayahnya juga ditangkap pada tahun 2019. Keduanya dikenai hukuman penjara 10 tahun.
  3. Ahmad Reza Jalali, lahir di kota Sarab, Iran, tahun 1972, seorang dokter dan peneliti Iran-Swedia. Dia ditangkap pada tahun 2016 dan dihukum mati karena telah memberitahu kepada Mossad identitas 30 tokoh proyek riset, militer, dan nuklir Iran sehingga sebagian dari mereka terbunuh.
  4. Masoud Musoheb, 74 tahun, pengusaha Austria-Iran. Ahli teknik mesin dan Sekjen hubungan Iran-Austria ini ditangkap ketika datang ke Iran bersama delegasi pusat riset Austria. Dia dikenai hukuman 10 tahun penjara dan pengembalian dana sebesar € 400,000 karena melakukan kegiatan mata-mata untuk Mossad dan intelijen Jerman.
  5. Amir Rahim Pour, yang pada Februari 2020 dinyatakan oleh pengadilan Iran sebagai agen dinas rahasia AS dengan gaji besar agar menyerahkan beberapa informasi mengenai nuklir Iran. Sejauh ini belum ada banyak keterangan tentang dia, namun dia telah dijatuhi hukuman mati. (mm/raialyoum)

Baca juga: 

Jubir Badan Tenaga Atom Iran Terluka Saat Meninjau Fasilitas Nuklir Natanz

Pejabat AS Nyatakan Negaranya Tak Terlibat dalam Insiden Instalasi Nuklir Natanz Iran

DISKUSI: