Pertama Kali, Iran Identifikasi Data Sekuensing Genom Covid-19

0
805

Teheran, LiputanIslam.com –  Para peneliti Iran berhasil mengidentifikasi sekuensing genom Covid-19 untuk pertama kalinya di negara ini.

“Para peneliti Iran berhasil untuk pertama kalinya di negara ini menentukan urutan genom virus corona, mereka menentukan kode genetiknya,” kata Kepala Masyarakat Bioteknologi Iran Sirous Zeinali kepada Kantor Berita Iran, IRNA, Jumat (17/4/2020).

Dia menambahkan bahwa sekuensing ini menunjukkan bahwa Covid-19 sudah memiliki “mutasi genetik yang sangat terbatas” di Iran, dan berbagi sifat  di kawasan semisal Iran, AS dan Wuhan China di mana wabah global ini diketahui pertama kali muncul pada Desember 2019.

Sekuensing genom yang diambil dari pasien Iran telah dilakukan bekerja sama dengan Institut Pasteur Iran.

“Dengan menentukan sekuensing genom virus corona, diketahui bahwa dalam hal produksi vaksin atau perawatan apa pun untuk penyakit ini, dapat digunakan di seluruh dunia tanpa perbedaan apa pun. ”

Sembari menyebutkan bahwa hampir 4.000 sekuensing genom COVID-19 telah direkam sejauh ini di seluruh dunia, terutama di AS, Zeinali menekankan bahwa para peneliti Iran telah berhasil membuat pencapaian demikian meskipun negara ini dikenai sanksi oleh AS.

Baca: Rouhani: Iran Bertempur di Dua Front, Melawan Covid-19 dan Sanksi AS

Di Ambang Tahap Pengendalian

Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki, Jumat, menyatakan bahwa negara republik Islam ini berada di ambang ketertahanan penyebaran wabah COVID-19 di sebagian besar provinsi.

Dia mengatakan bahwa Iran telah mampu mengendalikan wabah ini dengan menggunakan “model sukses”-nya sendiri meskipun kurang dukungan finansial dan material seperti yang dinikmati oleh negara-negara lain.

“Terlepas dari timbulnya sanksi dan perang ekonomi, tidak ada pasien yang ditinggalkan di belakang pintu rumah sakit dan tidak ada pasien yang kekurangan obat-obatan dan perawatan medis selama masa puncak virus ini di seluruh kota,” terangnya.

Menteri Kesehatan Iran menambahkan bahwa ketanggapan Iran terhadap pandemi ini dikembangkan berdasarkan model-model ilmiah dan pengalaman bertahun-tahun dalam “memberantas penyakit menular seperti malaria, tuberkulosis, polio, campak, gondok dan tetanus”.

Baca: Pasukan Elit Iran Kembangkan Sistem Pintar Identifikasi Cepat Covid-19

Namaki juga menyebutkan bahwa negaranya berusaha untuk secara bertahap membuka kembali bisnis sebagai bagian dari program “smart distancing” untuk mengurangi dampak ekonomi sanksi AS, dan langkah-langkah restriktif yang ditempuh untuk memperlambat penyebaran virus.

Secara total, sejauh ini di Iran terdapat 79.494 kasus infeksi Covid-19,  4.958 di antaranya meninggal, termasuk 89 dalam 24 jam terakhir, 54.064 pasien sembuh, dan tercatat 1.499 kasus baru infeksi dalam 24 jam terakhir. (mm/presstv/fna)

DISKUSI: