Pertama Berkunjung ke Irak, Paus Fransiskus Serukan Penghentian Kekerasan

0
212

Baghdad, LiputanIslam.com –  Paus Fransiskus mengadakan kunjungan kepausan untuk pertama kalinya ke Irak, Jumat (5/3. Dalam pidato pembukaan kunjungan ini dia menyerukan diakhirinya “kekerasan dan ekstremisme” di Irak, negara yang sempat lama dilanda perang dan hingga kini masih kerap diguncang aksi kekerasan bersamaan dengan pandemi Covid-19.

Pria berusia 84 tahun itu menjejakkan kakinya ke Negeri 1001 Malam demi menghibur salah satu komunitas Kristen Irak yang notabene tertua di dunia, sekaligus memperdalam dialognya dengan umat Islam.

“Semoga berakhir tindakan kekerasan dan ekstremisme, faksi-faksi, dan intoleransi,” harapnya dalam pidato di istana presiden di Baghdad.

Fransiskus tiba di Bandara Internasional Baghdad pada sore hari, disambut oleh Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi serta kelompok-kelompok yang menampilkan musik dan aneka tarian tradisional Irak.

Dia kemudian bertemu dengan Presiden Barham Salih, yang telah mengundangnya secara resmi pada tahun 2019 , serta para tokoh pemerintah dan agama lainnya.

Di istana presiden, pemimpin 1,3 miliar umat Katolik dunia ini juga menyinggung mengakarnya kekristenan di Irak.

“Kehadiran orang-orang Kristen di tanah ini, dan kontribusi mereka terhadap kehidupan bangsa, merupakan warisan kaya yang ingin terus mereka tempatkan untuk melayani semua,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau kepada para pejabat Irak agar “memerangi momok korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan pengabaian hukum”, mengingat bahwa Irak selama ini dicatat oleh Transparency International sebagai salah satu negara paling tercemar korupsi. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Kataib Sayyid al-Syuhada: Kami Bukan Pelaku Serangan ke Ayn al-Asad

Saudi Khawatirkan Kemungkinan Serangan Rudal dari Irak

DISKUSI: