Persatuan Ulama Palestina Haramkan Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
59

Gaza, LiputanIslam.com –  Para tokoh dan aktivis Palestina di Jalur Gaza terus melakukan aktivitas penolakan terhadap normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan rezim pendudukan, Israel.

Dewan Perwakilan Rakyat Palestina, Rabu (16/9/2020), menggelar sidang khusus untuk membahas mekanisme perlawanan terhadap penutupan berkas perkara Palestina, sementara Persatuan Ulama Palestina menggelar muktamar yang menghasilkan fatwa yang mengharamkan normalisasi dengan Israel dan penjalinan hubungan dengannya dalam kapasitas apapun.

Para ulama Palestina menegaskan bahwa normalisasi itu haram secara syariat dan tak dapat diterima, dan bahwa umat Islam dan bangsa-bangsa Arab wajib menolaknya mentah-mentah.

“Tak ada perselisihan bahwa normalisasi itu merupakan kejahatan di mata agama dan kemanusiaan, serta merupakan pengkhianatan di mata bangsa, tikaman terhadap Arabisme, keberpihakan total kepada kepentingan musuh, dan perlawanan terhadap persaudaraan dalam agama dan akidah,” ungkap Ketua Persatuan Ulama Palestina, Syeikh Marwan Abu Rais, dalam pembacaan fatwa.

Nasim Yasin, anggota Persatuan Ulama Palestina, mengatakan, “Siapa yang menjulurkan tangannya kepada mereka (Israel) maka dia adalah wali (sekutu) bagi mereka, sebagaimana dinyatakan dalam ayat suci: ‘Siapa diantara kamu (wahai Muslimin) menjadikan mereka sebagai wali, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka’ (QS. Al-Maidah: 51)”.

Dia menambahkan, “Dengan demikian, maka ini merupakan kejahatan serta pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul-Nya, terhadap orang-orang yang beriman, dan terhadap perkara sentral Muslimin, yaitu perkara Palestina.” (mm/alalam)

Baca juga: 

Para Pemimpin Palestina Sebut Perjanjian UEA dan Bahrain dengan Israel Sia-Sia Belaka

UEA dan Bahrain Tandatangani Perjanjian Damai dengan Israel, Masih Ada 5-6 Negara Lagi?

DISKUSI: