Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Peringati Bi’tsah Nabi, Ayatullah Khamenei: Islam Mengajarkan Politik dan Perlawanan terhadap Kezaliman

Published 12/03/2021 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pidato menyambut peringatan hari pengutusan (bi’tsah) Nabi Muhammad saw, Kamis (11/3),  menjelaskan misi agung yang terkandung dalam bi’tsah, termasuk perlawanan terhadap kekuatan angkara murka seperti yang kini direpresentasikan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Timteng, dan karena itu juga menyerukan keharusan AS keluar dari Irak dan Suriah.

Mula-mula dia menjelaskan bahwa peringatan bi’tsah Nabi saw merupakan hari besar bagi para pendamba keadilan di dunia, terutama umat Islam, dan bahwa bi’tsah beliau adalah anugerah agung bagi seluruh umat manusia yang mengajak manusia kepada tujuan-tujuan luhur yang bukan hanya untuk kehidupan di akhirat melainkan juga di dunia, termasuk di ranah sosial dan politiknya.

“Bi’stah Nabawi bertujuan menciptakan tatanan politik untuk mewujudkan tujuannya. Sang Maha Pencipta adalah penguasa semua tatanan sosial, sumber hukum adalah kitab-kitab samawi yang turun kepada para nabi, dan para nabi adalah orang yang memerintah di tengah masyarakat serta menerapkan hukum-hukum ilahiah… Agama adalah suatu program yang paripurna bagi kehidupan manusia, dan tak terbatas pada (urusan) individu,” ungkapnya.

Ayatullah Khamenei menyebutkan bahwa siapapun nabi yang diutus oleh Allah untuk menerapkan hukum-Nya pasti ditentang oleh kaum mustakbir dan zalim, dan karena itu pula “musuh menentang Islam politik yang mengelola negara dan lembaga-lembaganya.”

Dia menjelaskan bahwa revolusi besar Islam di Iran adalah dalam rangka menjalankan misi yang terkandung dalam bi’tsah, dan bertolak dari prinsip perlawanan terhadap kezaliman dan penindasan serta pembelaan kaum mustadh’afin, sehingga apa yang pernah dialami Nabi saw berupa konspirasi kaum zalim dan mustakbirin juga di alami oleh revolusi Islam Iran.

“Dalam menghadapi revolusi Islam, musuh menebar dusta dan penyesatan, mengesankannya memusuhi bangsa-bangsa, padahal Republik Islam (Iran) tak memusuhi siapapun, justru bergaul dengan baik dengan siapapun yang tidak memusuhinya, namun di saat yang sama Al-Quran melarang kita bersahabat dengan musuh, menyerukan penggalangan kekuatan untuk menghadapi musuh, dengan kesabaran dan keteguhan yang disertai kekuatan yang dapat mengalahkan musuh,” terangnya.

Dia menambahkan, “Perang lunak lebih berat dan berhahaya daripada perang keras, karena dengan perang lunak musuh membidik kesabaran masyarakat, dan ketika saling bernasihat kebaikan dan kesabaran terputus maka hilanglah kehendak dan menyebarlah keputus asaan.”

Ayatullah Khamenei juga menyinggung gejolak perang di Yaman dengan menyebutkan bahwa invasi dan blokade Saudi dan sekutunya terhadap Yaman yang sudah berlangsung enam tahun terjadi dengan lampu hijau AS, namun rakyat Yaman dapat membela diri dan solid menghadapi serangan musuh, dan karena itu mereka lantas dicap sebagai teroris.

Pemimpin Besar Iran mengecam sikap PBB dalam masalah ini dengan menyoal, “Mengapa PBB tak mengecam kejahatan yang sudah enam tahun dilakukan terhadap bangsa Yaman, dan malah menyalahkan rakyat yang membela diri?”

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa Washingtonlah yang menampilkan dan mensponsori kelompok teroris ISIS demi memuluskan eksistensi AS di Timteng, dan dengan dalih memerangi kawanan keji ini AS tak segan-segan mengadakan pangkalan-pangkalan untuk militernya di Irak dan Suriah.

Pemimpin berserban hitam sebagai tanda ulama keturunan Nabi saw ini mengungkap standar ganda eksistensi asing di Timur Tengah. Dia menyatakan bahwa eksistensi Iran di Irak dan Suriah selalu dipersoalkan dan ditentang oleh musuh-musuhnya, padahal eksistensi itu sebatas layanan konsultasi, bukan pengerahan militer, sedangkan pihak musuh jelas-jelas hadir secara militer yang bahkan ditandai dengan pengadaan pangkalan-pangkalan militer mereka.

Ayatullah Khamenei lantas menegaskan keharusan pasukan AS angkat kaki dari Irak dan Suriah.

“Amerika harus keluar dari Irak dan Suriah secepatnya, dan musuh yang pengkhianat ini tak dapat dipercaya,” tandasnya.

Dia juga mengecam apa yang dinilainya kepalsuan dan standar ganda AS dalam isu nuklir. Menurutnya, AS yang pernah melakukan genosida yang menewaskan 220,000 orang dalam satu hari tak layak berlagak sebagai pihak yang berjuang mencegah produksi senjata pemusnah massal. (mm/alalam)

Baca juga:

Pemimpin Ansarullah Bongkar-Bongkaran Sepak Terjang AS di Yaman, Mulai Isu Takfiri hingga Normalisasi dengan Israel

Begini Menlu Iran Mendebat Pernyataan Calon Wakil Menlu AS Soal Perjanjian Nuklir Iran

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account