Pemimpin Ansarullah Bongkar-Bongkaran Sepak Terjang AS di Yaman, Mulai Isu Takfiri hingga Normalisasi dengan Israel

0
886

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman Sayid Abdul Malik Badruddin Al-Houthi mengupas panjang lebar sepak terjang Amerika Serikat (AS) di dunia Islam, terutama Yaman, mulai isu gerakan takfiri hingga politik dan keamanan serta normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel penjajah Palestina.

Dia menyatakan bahwa para takfiri merupakan suatu model yang dibuat untuk melicinkan ambisi hegemoni Amerika Serikat (AS) sehingga kaum yang gemar mengkafirkan sesama Muslim itu bergerak sesuai tujuan-tujuan yang ditetapkan Washington.

“Para takfiri dengan semua organisasinya merupakan alat utama implementasi agenda AS-Barat-Israel sebagaimana terjadi pada 11 September,” ungkap Al-Houthi.

Dalam pidato pada haul Syahid Al-Qaid, Rabu (10/3), Al-Houthi menegaskan, “Kubu musuh itu hendak menampilkan para takfiri sebagai wajah umat Islam, yang seolah merekalah yang berjuang membela umat Islam. Para takfiri bergerak sesuai apa yang diyakini Israel melalui pengubahan arah mata kompas permusuhan ke dalam umat Islam sendiri dan jauh dari Israel.”

Dia mengatakan, “Al-Qaeda melancarkan kejahatan di Iran, Suriah, Irak, Libanon, Yaman, Teluk (Persia), Mesir, Maroko, Afrika, dan Eropa, tapi tidak pada entitas musuh, Israel. Pergerakan takfiri sejalan dengan pergerakan Amerika-Barat untuk mengelabui bangsa-bangsa lain dengan label perang melawan terorisme.”

Al-Houthi menilai bahwa musuh berharap gelanggang Islam secara umum terbuka bagi pergerakan takfiri serta terwarnai konflik bernuansa etnis dan sektarian di tengah bangsa-bangsa Arab dan Muslim, dan dengan modal “semurah mungkin” itu  musuh ingin berdominasi langsung atas manusia, wilayah, dan kekayaan umat Islam.

Kepada negara-negara Arab Teluk Persia dia memperingatkan bahwa mereka juga tak luput dari incaran AS, namun ditunda secara militer karena masih dijadikan sebagai pijakan untuk menguasai negara-negara lain.

“Amerika menunda kontak militer dengan sejumlah negara umat ini, tapi menyerang mereka secara ekonomi, politik, dan propaganda. Yaman adalah salah satu negara yang diincar dalam perencanaan pertama AS seperti dinyatakan dalam kesaksian para pemimpin AS sendiri, dan mereka menempatkan Yaman setelah Afghanistan dan Irak dalam daftar sasaran,” terangnya.

Menurutnya, AS semula masuk ke Yaman dengan kedok pelatihan tentara Yaman, namun datang membawa jumlah personil dan perlengkapan yang besar, dan kemudian mengadakan pangkalan-pangkalan militer hingga terjadilah dominasi AS melalui kanal militer.

Al-Houthi melanjutkan, “AS berusaha mengubah doktrin perang tentara Yaman, menentukan musuh sesuai kebijakan AS, dan mengeksploitasi tentara Yaman untuk menjalankan operasi-operasi militer demi menghindari kerugian manusia di pihak AS… Tentara AS menghancurkan kekuatan-kekuatan pertahanan udara dan Angkatan Laut Yaman untuk melenyapkan kemampuan menghadapi segala agresi asing… AS membangun program-program untuk menghancurkan kekuatan rudal Yaman, termasuk rudal jarak jauh.”

Pemimpin Ansarullah juga menjelaskan sepak terjang AS di bidang keamanan dan politik Yaman, termasuk dengan cara “mendirikan badan keamanan nasional yang tunduk langsung kepada mereka, di samping mengendalikan situasi keamanan agar dapat membantunya dalam menyebar kekacauan, kejahatan, dan pembunuhan”.

Al-Houthi juga menyebutkan bahwa AS menyebar para anggota jaringan teroris Al-Qaeda ke berbagai provinsi di Yaman, membuatkan kamp-kamp militer untuk mereka, mengendalikan keputusan politik serta kebijakan dalam dan luar negeri pemerintah, dan berusaha mengkondisikan budaya dan opini publik Yaman untuk normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel. (mm/alalam)

Baca juga:

Babak Belur Digempur Yaman, Pertahanan Saudi akan Diperkuat oleh AS

Gubernur Ma’rib Pro-Mansour Hadi Blak-Blakan Akui Pihaknya Hampir Kalah Perang

DISKUSI: