Perdana Menteri Pakistan Pastikan Tak akan Ikut Mengakui Eksistensi Israel

0
213

Islamabad, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan negaranya tidak akan mengakui Israel sampai berdiri negara Palestina yang dapat diterima oleh orang-orang Palestina.

Seperti dilaporkan situs pemberitaan Aljazeera, Kamis (20/8/2020), dalam sebuah wawancara dengan penyiaran lokal Dunya News Khan secara tidak langsung menyindir Uni Emirat (UEA) dengan menyatakan Islamabad “tidak akan ikut” mengakui Israel sebagai sebuah negara.

Seperti diketahui, Timteng dihebohkan oleh perjanjian normalisasi hubungan UEA dan Israel dengan mediasi Amerika Serikat yang dideklarasi pada 13 Agustus lalu.

Dengan demikian, UEA menjadi negara Arab Teluk Persia pertama  dan ketiga di Timur Tengah setelah Mesir dan Yordania  yang mencapai kesepakatan mengenai normalisasi hubungan dengan Israel, serta mengakhiri periode kontak rahasia antara kedua negara dalam perdagangan dan teknologi.

“Apa pun yang dilakukan oleh negara mana pun, posisi kami sangat jelas. Dan posisi kami dijelaskan oleh (pendiri Pakistan) Quaid-e-Azam Muhammad Ali Jinnah pada tahun 1948 bahwa kami tidak akan pernah menerima Israel selagi hak-hak Palestina tidak diberikan dan tidak ada penyelesaian yang adil,” ujar Khan.

Khan menjelaskan bahwa jika Pakistan menerima Israel dan mengabaikan penindasan terhadap Palestina, maka “kami juga harus menyerahkan Kashmir”, dan ini bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan Pakistan.

“Ketika Anda berbicara tentang Israel dan Palestina, kami perlu berpikir;, akankah kami dapat menjawab (di hadapan Allah) jika kami menelantarkan orang-orang yang menghadapi segala jenis ketidakadilan dan yang hak-haknya diambil? Hati nurani saya tidak akan pernah mengizinkan saya untuk melakukan ini. Saya tidak pernah bisa menerimanya, ” tegas Khan.

Kedutaan Besar Palestina untuk Pakistan di Islamabad berterima kasih kepada Khan atas kebijakannya tersebut. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Warga Palestina di Jalur Gaza Gelar Demo Protes Anti-Normalisasi UEA-Israel

Satu Remaja Palestina Gugur Diterjang Peluru Pasukan Zionis

DISKUSI: