Perang Yaman, Kemlu Iran: Sudah Waktunya Saudi Terjaga dan Sadar

0
856

Teheran, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatib Zadeh mengecam Arab Saudi dan para sekutunya terkait dengan berlanjutnya perang Yaman dengan menyatakan bahwa sudah seharusnya Saudi sekarang terjaga dan sadar akan realitas Yaman.

“Sudah berlalu enam tahun tanpa terealisasinya ilusi penaklukan Yaman dalam tempo tiga minggu, maka sudah tiba saatnya mereka terjaga,” pesan Khatibzadeh kepada Saudi dan sekutunya, Kamis (11/3).

Dia menambahkan, “Saudi kembali melanggar prinsip-prinsip moral dengan cara membom rakyat Yaman yang terblokade dan terkucil. Saudi harus menghentikan pembantaian ini, dan menentukan batas bagi perangnya terhadap Muslimin dan Arab.”

Yaman dilanda perang sejak tujuh tahun silam antara kubu gerakan Ansarullah (Houthi) yang menguasai Sanaa sejak 2014, ibu kota Yaman, dan beberapa provinsi lain di satu pihak dan kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi di pihak lain.

Sejak Maret 2015, pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan intervensi militer ke Yaman membela kubu Mansour Hadi dengan asumsi bahwa Ansarullah dapat segera dikalahkan. Putra Mahkota Suadi Mohamed bin Salman saat itu bersumbar bahwa pihaknya akan dapat menumpas Ansarullah dalam tempo beberapa hari atau paling lambat tiga minggu.

Namun kenyataan, Ansarullah yang didukung oleh tentara yang berada Sanaa dan beberapa provinsi lain belakangan ini terlihat semakin kuat dan gencar melesatkan rudal balistik dan drone berbuatan bom ke wilayah Saudi sebagai balasan atas blokade dan serangan udara Saudi dan sekutunya yang menjatuhkan banyak korban sipil dan kehancuran infrastruktur. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Pemimpin Ansarullah Bongkar-Bongkaran Sepak Terjang AS di Yaman, Mulai Isu Takfiri hingga Normalisasi dengan Israel

Jenderal Saudi ini Diduga Tewas Akibat Serangan Rudal Yaman

Jubir Koalisi Saudi-UEA Kolonel Turki Al-Maliki Dikabarkan Terluka di Ma’rib

DISKUSI: