Perang Karabakh, Pasukan Armenia Mundur dari Sejumlah Area

0
88

Yerevan, LiputanIslam.com –  Republik Artsakh atau yang semula dikenal dengan Republik Nagorno-Karabakh, yang tak tak diakui oleh internasional namun didukung oleh pasukan Armenia, menyatakan pasukannya sedang melakukan penarikan taktis dari beberapa daerah konflik, terutama di selatan.

“Di beberapa area di depan, untuk tujuan taktis, ADA (Pasukan Pertahanan Artsakh) menarik pasukannya demi menghindari kerugian yang tak perlu dan lebih merusak musuh,” kata sekretaris pers Republik Nagorno-Karabakh, Senin (5/10/2020).

Dia menekankan bahwa para komandan militer Artsakh terus mengatur pertempuran dengan terampil, tak jauh beda dengan hari ketika “pasukan musuh akan mulai mundur”.

Sebelumnya di hari yang sama juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan, mengumumkan bahwa militer Azerbaijan secara intensif membom kota Stepanakert, ibu kota Republik Karabakh.

“Saat ini, musuh meluncurkan serangan rudal ke Stepanakert dengan intensitas tinggi,” kata Stepanyan.

Kantor berita RIA Novosti  milik Rusia mencatat terjadi sekira 20 serangan artileri ke arah Stepanakert.

Sehari sebelumnya, Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, mengumumkan pasukan negaranya telah merebut kota Gabriel dan sejumlah desa tetangga dari pasukan Armenia.

“Hari ini tentara Azerbaijan membebaskan kota Gabriel dan beberapa desa di provinsinya dari pendudukan. Puji tentara Azerbaijan! Karabakh adalah bagian dari Azerbaijan! ” ungkap Aliyev di halaman Twitter-nya.

Di pihak lain, Kementerian Pertahanan Republik Nagorno-Karabakh membantah pernyataan Aliyev bahwa pasukan Azerbaijan telah mengambil alih desa Madaghiz di wilayah Tartar.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu menekankan bahwa konfrontasi terus berlanjut di sepanjang garis kontak antara kedua pihak yang berkonflik, dan bahwa pertempuran paling sengit terjadi di front utara dan selatan.(mm/amn)

Baca juga:

Penasehat Ayatullah Khamenei: Armenia Harus Keluar dari Wilayah Azerbaijan yang Didudukinya

[Berita Gambar] Israel Membidik Ketegangan Iran-Turki dalam Konflik Karabakh

DISKUSI: