Penasehat Ayatullah Khamenei: Armenia Harus Keluar dari Wilayah Azerbaijan yang Didudukinya

0
138

Teheran, LiputanIslam.com –  Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei untuk urusan internasional menyebut Armenia menduduki sebagian wilayah Azerbaijan dan karena itu harus mundur darinya tanpa penyelesaian secara militer.

“Armenia telah menduduki sebagian tanah Azerbaijan, dan harus menyingkir dan kembali ke perbatasan internasional. Armenia harus meninggalkan wilayah Azerbaijan yang diduduki, tapi ini tidak dapat dilakukan dengan cara militer,” ujar Velayati dalam jumpa pers, Senin malam (5/10/2020).

Velayati mengingatkan bahwa lebih dari satu juta orang Azerbaijan mengungsi akibat pendudukan wilayah mereka oleh Armenia.

“Sikap kami terhadap pendudukan Armenia atas tanah Azerbaijan adalah seperti pendirian kami terhadap pendudukan Rezim Zionis (Israel) atas tanah Palestina,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa selain Nagorno-Karabakh juga ada tujuh wilayah Azerbaijan lain yang diduduki oleh Armenia, dan semua wilayah itu harus dilepas oleh Azerbaijan sesuai ketentuan internasional.

Meski demikian, dia juga menekan, “Tak ada solusi militer bagi Karabakh, solusi harus berjalan melalui kanal politik, karena itu kami menentang segala tindakan militer dari pihak manapun di antara keduanya.”

Mantan menteri luar negeri Iran ini memperingatkan bahwa perang di Karabakh selain menyalahi kepentingan rakyat Armenia dan Azerbaijan sendiri juga membahayakan keamanan regional.

Lebih lanjut, Velayati menyebut Israel “campur tangan dan melakukan provokasi dalam perang di Karabakh “, dan menekankan bahwa Israel tak berhak hadir di wilayah Karabakh atau mengungkapkan pandangannya tentang konflik antara Azerbaijan dan Armenia.

Mengenai campur tangan Turki dalam konflik Karabakh, Velayati bersaran supaya Ankara membantu menyelesaikannya melalui jalur damai dengan cara yang tidak memperparah keadaan.

“Kami menyarankan kepada teman-teman kami di Turki agar berkontribusi dalam pembebasan wilayah Azerbaijan yang diduduki itu daripada menuangkan bensin ke api konflik. Kami mengimbai Turki untuk bersama negara-negara di kawasan membantu melindungi orang-orang yang tertindas di Azerbaijan dan membebaskan tanah mereka,” ujarnya.

“Turki hendaknya tidak menjadikan pertumpahan darah sebagai tebusan untuk pembebasan wilayah pendudukan Azerbaijan,” lanjutnya.

Dia kemudian mengecam Prancis dengan menyebut negara ini ” juga tidak berhak campur tangan dalam konflik” antara Azerbaijan yang Muslim dan Armenia yang Kristen.

Mengenai negaranya sendiri, Velayati memastikan bahwa meletusnya perang antara dua negara jirannya itu sama sekali tidak mendatangkan kemaslahatan apapun bagi Iran.

“Muslim dan Kristen di kedua negara itu harus hidup dalam keamanan dan stabilitas penuh,” pungkasnya. (mm/rta)

Baca juga:

[Berita Gambar] Israel Membidik Ketegangan Iran-Turki dalam Konflik Karabakh

Ini Syarat Azerbaijan untuk Berunding dengan Armenia

DISKUSI: