Pentagon: Jumlah Tentara AS yang Terluka Akibat Serangan Iran Jadi 100-an Orang

0
180

Washington, LiputanIslam.com –  Jumlah tentara AS yang terluka akibat serangan rudal balistik pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan bertambah lagi menjadi lebih dari 100 orang.

Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, Senin(10/2/2020), melaporkan bahwa lebih dari 100 tentara AS telah terdiagnosa mengalami cedera otak traumatis ringan akibat serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS di Irak pada bulan lalu.

Jumlah tentara AS yang terluka oleh ledakan rudal balistik Iran di pangkalan udara Ain al-Assad, Irak, meningkat secara dramatis sejak 8 Januari.  Pangkalan udara Ain al-Assad terletak di sekitar 100 mil sebelah barat Baghdad dan ditempati oleh sekitar 1500 tentara AS dan koalisi ketika saat serangan itu terjadi.

Presiden AS Donald Trump semula mengutip laporan awal bahwa sama sekali tidak ada tentara AS yang tewas ataupun terluka dalam serangan balasan Iran atas serangan drone AS yang menewaskan komandan Pasukan QUDS IRGC Mayjen Qassem Soleimani tersebut.

Seminggu kemudian, Pentagon mengakui 11 tentaranya sedang dirawat karena mengalami cedera otak traumatis.

Baca: Iran Luncurkan Rudal Balistik Baru “Ra’d -500”

Pada 31 Januari, jumlah itu meningkat menjadi 64 orang. Dan pada hari Senin kemarin diumumkan bahwa sebanyak 109 tentara telah didiagnosis menderita cedera otak traumatis ringan.

Menurut Pentagon, jumlah itu masih bisa berubah jika ada tambahan lagi pada jumlah pasukan yang mengalami gejala.

Baca: Kejahatan AS di Irak akan Dikumpulkan dan Diadukan di Forum Internasional

Reuters adalah kantor berita yang pertama kali melaporkan bahwa lebih dari 100 tentara telah didiagnosis menderita cedera otak.

Trump mendapat kecaman organisasi veteran AS karena dalam sebuah pernyataannya telah meremehkan cedera otak traumatis. (mm/ut)

DISKUSI: