Pengamat Israel Sebut Ancaman Sekjen Hizbullah Efektif

0
215

Quds, LiputanIslam.com   Pengamat Israel urusan Arab, Zvi Yehezkali, serta media di negara ilegal Zionis ini menilai ancaman Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah terhadap Rezim Zionis berdampak efeketif.

“Israel semua bersikeras dalam negosiasi dengan Lebanon, sampai ancaman Nasrallah datang dan kemudian mundur,” ujar Yehezkali di TV Israel Saluran 13, Minggu (2/10).

“Ancaman Nasrallah mengenai negosiasi demarkasi perbatasan maritim bekerja efektif dan menempatkan Israel ke dalam tekanan. Ancaman ini akan mencegah Tel Aviv mengekstraksi gas,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, “Ketika gas berada di tangan Lebanon, Nasrallah akan memperkuat kedudukannya, karena dia akan menjadi pemenang terbesar dalam urusan ini.”

Sabtu lalu berbagai media Israel menyebutkan bahwa Sayid Nasrallah sukses dalam perang urat saraf mengenai perundingan damarkasi perbatasan maritim.

Sabtu pagi, reporter saluran TV Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon melaporkan bahwa negara ini telah menerima tanggapan tertulis dari mediator AS, Amos Hochstein, mengenai stabilisasi perbatasan laut selatannya melalui duta besar AS untuk Lebanon, Dorothy Shea.

Surat kabar Israel Hayom  menyatakan, “Israel sepenuhnya menyetujui permintaan Libanon untuk menentukan perbatasan laut antara kedua negara dengan garis ke-23, dan ini terbukti dari rincian yang dilaporkan sumber diplomatik senior dalam konferensi pers hari ini, Minggu.”

Israel Hayom menambahkan, “Persetujuan Israel atas permintaan Lebanon berarti kemunduran total sikap pemerintah (Israel) dari pendiriannya.”

Sebuah sumber diplomatik senior, yang menyinggung negosiasi Israel- Lebanon mengenai perbatasan maritim dan ladang gas, menunjukkan bahwa Israel diperkirakan akan menyerahkan ladang Qana demi Lebanon dengan imbalan kompensasi.

Sumber itu mengatakan, “Usulan penyelesaian yang diajukan oleh mediator AS, Amos Hochstein, dapat diterima oleh perdana menteri dan menteri pertahanan. Jika semuanya berjalan seperti yang diharapkan maka pada hari Kamis kita akan membahasnya di kabinet. Ini adalah hasil negosiasi, yang dimulai pada 2011 dengan mediasi mantan mediator ASa, Frederic Hof.” (mm/almayadeen)

Baca juga:

Sekjen Hizbullah: Bela Baghdad Tanpa Pamrih, Iran Tidak Incar Minyak Irak

Tragis, Seorang Bocah Palestina Jatuh dan Gugur Ketika Dikejar Pasukan Zionis di Tepi Barat

DISKUSI: