Pengamat Israel: Kantor Perwakilan Israel akan segera Dibuka di Saudi

0
114

TelAviv, LiputanIslam.com –   Pengamat dan jurnalis senior Israel Yoni Ben-Menachem menyatakan bahwa negara Zionis penjajah Palestina ini tak lama lagi akan membuka kantor perwakilannya di Arab Saudi.

Berbicara mengenai bocoran informasi kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Saudi dan pertemuannya dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman di kota Neom pada Ahad lalu Ben-Menachem menilai kunjungan rahasia itu merupakan babak baru dalam hubungan terselubung Israel-Saudi, yang dilakukan dalam rangka melawan Iran dan mencegah kemungkinan AS di bawah pemerintahan Joe Biden kembali kepada perjanjian nuklir Iran.

“Pertemuan rahasia ini hanya menjelaskan bagian dari hubungan lama Israel dan Arab Saudi dalam bingkai militer dan keamanan. Meski Arab Saudi tidak mengharapkan penandatangan perjanjian resmi dengan Israel, namun sekarang berusaha membentuk aliansi negara-negara Arab Teluk dengan Israel,” ujarnya, seperti dilaporkan situs berita Arabi21, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya, strategi Saudi itu bertujuan mengirim pesan kepada Iran sekaligus Biden bahwa Saudi menjalin koordinasi yang baik dengan Israel.

Ben-Menachem menjelaskan bahwa sejauh ini kemungkinan Saudi menjalin hubungan resmi dengan Israel masih rendah.

“Sulit untuk bicara tentang penandatangan resmi hubungan antara kedua negara selagi Raja Saudi Salman bin Abdulaziz masih hidup, tapi langkah-langkah lain sangatlah potensial, seperti pembukaan kantor perwakilan atau kantor penjaga kepenting di Tel Aviv dan Riyadh, yang dapat dipandang sebagai tahap pertengahan untuk memasuki hubungan resmi,” terangnya.

Dia juga menyebutkan pandangan beberapa forum yang melihat bahwa kunjungan rahasia Netanyahu ke Saudi itu bertujuan antara lain mengatasi keresahan Saudi menyusul terpilihnya Biden sebagai presiden AS, mengingat bahwa Biden diketahui akan mengubah pola hubungan AS – Saudi yang selama ini dijalankan oleh presiden petahana AS Donald Trump.

Dalam kampanye pilpres AS Biden pernah mengutarakan niatnya untuk meninjau kembali hubungan AS dengan Saudi karena adanya pelanggaran HAM di Saudi. Selain itu, dia juga mengkritik kebijakan Trump terkait dengan penjualan senjata secara besar-besaran kepada Saudi. (mm/fna)

Baca juga:

Bin Salman Minta Netanyahu Tengahi Hubungan Saudi dengan Pemerintahan Baru AS

Kelompok-kelompok Perlawanan Palestina Minta Ramallah Batalkan Kerjasama dengan Israel

DISKUSI: