Pengadilan AS Perintahkan Penyitaan Minyak Iran yang Sedang Dikirim ke Venezuela

0
111

Washington, LiputanIslam.com –  Jaksa penuntut Amerika Serikat (AS) mengajukan gugatan untuk penyitaan bahan bakar minyak yang dikirim Iran ke Venezuela melalui empat kapal tanker yang telah diberangkatkan pada bulan lalu.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro sengaja memamerkan kapal tanker itu untuk menunjukkan bahwa kapal itu tetap tidak tunduk pada tekanan AS.

Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan bahwa dalam gugatan penyitaan sipil, jaksa federal AS bertujuan menghentikan pengiriman minyak Iran yang diangkut oleh kapal Bella dan Bering yang berbendera Liberia, dan Pandi dan Luna.

Gugatan itu diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia itu sebagai upaya mencegah pengiriman minyak Iran lagi di masa mendatang.

Departemen Kehakiman AS, Kamis (2/7/2020), menyatakan bahwa Hakim Distrik AS James Boasberg mengeluarkan surat perintah penyitaan lebih dari 1,1 juta barel bensin di empat kapal tanker tersebut.

Surat perintah itu memungkinkan pihak berwenang AS semisal pasukan Penjaga Pantai AS untuk menyita bahan bakar itu.

Disebutkan bahwa gugatan itu juga bertujuan menghentikan aliran pendapatan Teheran dari penjualan minyak, sebagai sanksi atas program nuklir dan rudal balistik Iran serta penyebaran pengaruhnya di Timur Tengah.

Gugatan itu mengklaim bahwa keuntungan dari pengiriman minyak itu mendukung Iran dalam “berbagai kegiatan jahat, termasuk proliferasi senjata pemusnah massal dan sarana pengirimannya, dukungan untuk terorisme, dan berbagai pelanggaran HAM, di rumah dan di luar negeri.”

Baca: Kesiapan Iran Membela Libanon di Depan Blokade AS

Belum jelas bagaimana cara AS menyita minyak Iran untuk Venezuela tersebut, sementara Iran sendiri telah berulangkali mengancam akan membalas dengan menghadang kapal-kapal kargo AS di kawasan Teluk Persia dan sekitarnya jika pasukan AS berani mencegat kapal-kapal tanker minyak Iran yang bergerak menuju Venezuela.

Baca: Iran Sebut Opsi Militer AS Sudah Membusuk

Sejauh ini Iran berhasil melabuhkan beberapa kapal tanker minyak ke Venezuela yang dilanda krisis bahan bakar akibat sanksi AS. Kapal-kapal itu tetap berlayar meski mendapat ancaman akan dicegat oleh pasukan AS di Laut Karibia.

Tahun lalu AS melalui daftar hitam dan berbagai langkah lain gagal menghentikan Adrian Darya, yang sebelumnya dikenal sebagai Grace 1, sebuah kapal tanker di Mediterania yang membawa minyak Iran menuju Suriah. (mm/railayoum/thenational)

DISKUSI: