Penasehat Pemimpin Besar Iran Ungkap Sebab Mengapa AS Tak Membalas Serangan Rudal Iran

0
212

Teheran, LiputanIslam.com –  Yahya Safavi, penasehat Pemimpin Besar Iran Ayatullah Ali Khamenei, menyatakan AS tidak membalas serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS di Irak karena Washington mengetahui bahwa reaksi balik Teheran akan dapat mencelakakan pasukan dan pangkalan AS di kawasan sekitar.

“AS mengetahui bahwa jika mereka membalas Iran maka ribuan pasukan serta pangkalan mereka akan celaka, karena itu mereka mengurungkan niatnya,” ujar Safavi, Kamis (16/1/2020).

Dia juga menyebutkan bahwa penyebab lain AS urung membalas ialah ketakutan Presiden AS Donald Trump terhadap lautan pelayat yang mengiringi jenazah mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Soleimani yang terbunuh di Baghdad oleh serangan AS.

Safavi menambahkan, “Presiden AS sekarang ini tidak sepenuhnya mengerti kaidah politik, keamanan, hubungan, dan undang-undang internasional. Tentara AS akan terpaksa keluar dari kawasan Asia Barat (Timteng).”

Seperti ramai diberitakan, Kementerian Pertahanan AS Pentagon Jumat 3 Januari 2020 mengumumkan bahwa serangan udara AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada dini hari itu telah menewaskan komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Qassem Soleimani dan wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya.

Baca: Rouhani: Iran Kini  Memperkaya Uranium Lebih Banyak

Iran menyebut serangan itu sebagai aksi teror, dan pada dini hari Rabu 8 Januari 2020 IRGC membalas serangan AS itu dengan menghantamkan puluhan rudal balistiknya ke dua pangkalan militer AS di Irak, termasuk Lanud Ain Assad yang ditempati oleh sekira 1500 tentara AS.

IRGC mengklaim serangannya itu menewaskan 80 tentara AS, sementara Presiden AS Donald Trump mengklaim serangan balasan Iran itu tidak menjatuhkan korban tewas maupun luka.

Baca: Zarif: Meninggalnya Soleimani Jadi Tanda Berakhirnya Keberadaan AS di Irak

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami, Kamis, menilai serangan balasan Iran itu sebagai wujud “keperkasaan negara Iran” dan “bukti kebulatan tekad Iran dalam melawan musuhnya”.

Dia menambahkan, “Musuh jangan pernah mencoba lagi menjajaki tekad bangsa Iran dan keputusan tegas Republik Islam Iran”.

Hatami juga menyatakan bahwa berkat petunjuk Ayatullah Khamenei negaranya berhasil mengandaskan berbagai konspirasi musuh di kawasan Timteng serta menggalang persatuan dan kekompakan umat Islam, terutama negara-negara yang terlibat dalam Poros Resistensi. (mm/raialyoum/tasnim/alalam)

DISKUSI: