Ini Syarat Azerbaijan untuk Berunding dengan Armenia

0
86

Baku,LiputanIslam.com-Presiden Republik Azerbaijan Ilham Aliyev dalam akun Twitter-nya menyatakan, ia baru bersedia berunding jika Pasukan Armenia angkat kaki dari Nagorno-Karabakh.

Ia juga menambahkan, Armenia harus menerima bahwa Karabakh bukan bagian dari negara tersebut. Sebab itu, Armenia mesti menarik pasukannya dari kawasan itu dalam waktu yang ditentukan.

Aliyev menegaskan, Azerbaijan tak akan menghentikan serangan dan tidak membiarkan Armenia memperbarui kekuatan hingga mereka angkat kaki dari Karabakh.

Dalam cuitannya, Aliyev menyebut sebagian pejabat Eropa bertanggung jawab atas konflik Azerbaijan- Armenia saat ini. Ia menuding mereka menyebarkan rumor dan dusta terkait negaranya.

Presiden Azerbaijan berpendapat, perilaku negara-negara Eropa bertentangan dengan perdamaian. Ia meminta dari negara-negara anggota Pakta Minsk (Rusia, AS, Prancis, dan Uni Eropa) untuk menekan Armenia.

“Kami berada dalam posisi ofensif. Tujuan kami adalah merebut kembali tanah kami,”kata Aliyev kepada stasiun televisi al-Arabiya.

Konflik baru di perbatasan Armenia-Azerbaijan di kawasan sengketa Karabakh meletus sejak sepekan lalu.

Azerbaijan dan Armenia adalah dua republik yang merdeka dari Uni Soviet. Sejak tahun 1992, pasca dikuasainya kawasan Karabakh oleh Armenia dan deklarasi otonom di kawasan itu, kedua negara terlibat konflik militer. Sejauh ini, upaya untuk memediasi konflik oleh kelompok Minsk tidak membuahkan hasil. (af/alalam)

Baca Juga:

Presiden Azerbaijan: Konflik Nagorno-Karabakh Harus Diselesaikan Sekarang Juga

Erdogan Berharap Azerbaijan Terus Agresif di Nagorno-Karabakh

DISKUSI: