Pemimpin Hamas: Israel Tak Punya Masa Depan

0
138

Beirut, LiputanIslam.com –   Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh, menegaskan bahwa Rezim Zionis Israel tidak memiliki masa depan.

Berbicara di Beirut, ibu kota Lebanon, Jumat (5/9/2020), Haniyeh memastikan resistensi Palestina akan berlanjut sampai semua tanah pendudukan Palestina berhasil dibebaskan dan para pengungsi dapat pulang ke kampung halaman mereka.

Dia menegaskan bangsa Palestina tidak akan menyerahkan sedikitpun tanahnya kepada kaum Zionis, dan  Hamas juga tidak akan pernah mengakui eksistensi Israel.

“Israel adalah musuh kami, dan satu-satunya pilihan kami adalah perlawanan secara total,” kata Haniyeh.

Haniyeh juga mengatakan bahwa pertemuan antarfaksi Palestina membuka jalan bagi penguatan persatuan Palestina dan “mendefinisikan prioritas strategis kami, yang pertama adalah kami tidak akan menyerahkan hak pulang” pengungsi Palestina.

Haniyeh juga berjanji untuk membalas semua kejahatan Israel dengan menyebut rezim Zionis tidak akan bisa lolos dari kejahatannya, dan Hamas telah memperluas jangkauan misilnya.

“Rudal kami dapat mencapai Tel Aviv dan sekitarnya,” ujar Haniyeh.

Pertemuan antarfaksi Palestina berlangsung Kamis lalu dan diikuti oleh Ziyad al-Nakhalah, pemimpin faksi Jihad Islam, dan faksi-faksi lain, termasuk Hamas bermarkas di Jalur Gaza yang diblokade Israel.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga berpidato dalam pertemuan itu melalui tautan video dari kota Ramallah di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Pertemuan itu terjadi setelah Israel dan Uni Emirat Arab bulan lalu mencapai kesepakatan untuk pemulihan hubungan antara keduanya. Kesepakatan ini dikecam keras dan disebut oleh para pemimpin Palestina sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa Palestina. (mm/presstv)

Baca juga:

Liga Arab Dilanda “Pertempuran Sengit” Mengenai Nomalisasi Arab-Israel

Faksi-Faksi Palestina Sepakat Bentuk Komisi Penyelesaian Perpecahan

 

 

DISKUSI: