Faksi-Faksi Palestina Sepakat Bentuk Komisi Penyelesaian Perpecahan

0
79

Beirut, LiputanIslam.com –   Faksi-faksi pejuang Palestina dalam deklarasi penutupan sidang mereka  di Beirut, ibu kota Libanon, Kamis (3/9/2020), mengumumkan kesepakatan mereka untuk membentuk komisi penyelesaian perpecahan dalam jangka waktu lima pekan.

Deklarasi penutupan sidang yang melibatkan para sekjen dari berbagai faksi Palestina dan dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas itu menegaskan “pembentukan sebuah komisi yang akan mempresentasikan pandangan strategis dalam tempo lima minggu untuk merealisasikan penyelesaian perpecahan” serta “pembentukan komisi nasional untuk komando resistensi rakyat secara menyeluruh.”

Deklarasi itu juga menekankan “hak bangsa Palestina dalam memraktikkan segala metode perjuangan yang sah” dan “penolakan mereka terhadap semua agenda yang bertujuan menutup perkara nasional kami”.

Para pemimpin bangsa Palestina menyerukan perlawanan “dengan segenap kekuatan terhadap rencana-rencana penutupan perkara Palestina”, menegaskan keharusan “pendirian negara Palestina di semua wilayah pendudukan dengan Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kotanya”, dan menekankan bahwa “tak ada negara di Gaza dan tak ada pula negara tanpa Gaza”.

Di sisi lain, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan “dimulainya sejak besok penerapan proses pembentukan komisi-komisi yang telah diusulkan agar semua dapat segera memulai tugasnya”. Dia juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan mencampur tugas tersebut.

Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh menyatakan bahwa sidang para sekjen faksi-faksi Palestina merupakan “pertemuan nasional bersejarah”, dan bahwa Palestina akan bersatu di dalam maupun di luar tanah Palestina.

Dia juga menyatakan bahwa bangsa Palestina sedang menjalani tahap berat yang belum pernah ada sebelumnya, di mana ancaman terhadap strategi mereka datang dari tiga arah.

“Agenda Amerika dari Perjanjian Abad ini hingga aneksasi (Tepi Barat oleh Israel) dan normalisasi hubungan (sejumlah negara Arab Teluk dengan Israel) merupakan pendaratan ke belakang garis-garis sejarah dan geografis,” ujarnya. (mm/rta/maan)

Baca juga:

Ini Kata Emir Qatar Kepada Kushner Soal Israel

Media AS: Sudah Saatnya Hubungan Memalukan AS dengan Saudi Direvisi

DISKUSI: