Pemimpin Hamas: 150 Roket akan Guncang Israel Per 5 Menit

0
54

Beirut, LiputanIslam.com  Kepala biro politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) Ismail Haniyeh menegaskan bahwa curah hujan roket di Israel dalam peperangan mendatang akan jauh lebih dahsyat dari peperangan yang pernah beberapa kali berkobar sebelumnya.

“150 rudal akan menghancurkan entitas Zionis dalam waktu kurang dari 5 menit,” sumbarnya dalam pidato pada festival gerakan Hamas bertema “Kita akan melihatnya segera” di kota Sidon, Libanon, Ahad (26/6).

Dia menjelaskan bahwa bangsa Palestina kini sedang mengalami era kemenangan dan transformasi strategis, dan bahwa Gaza yang terkepung sedang mempersiapkan pertempuran strategis melawan rezim okupasi Israel.

Mengenai Lebanon dia mengatakan, “Dalam pertemuan ini, Libanon merangkul Palestina, karena Libanon adalah saudara bangsa Palestina. Libanon membawa pan Arabisme dan resistensi, dan telah mengobati luka Palestina selama 74 tahun…. Orang-orang kita di Lebanon dan kamp-kamp pengungsinya adalah para pencetak revolusi, dan adalah suatu kehormatan bagi kami berada di tengah bangsa kami di Lebanon.”

Mengecam sejumlah negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel, Haniyeh mengatakan, “Para penormalisasi dan ekstremis yang telah mengkhianati urusan (Palestina) ini memandang Al-Aqsa ada di kejauhan, sedangkan kita memandangnya dekat. Kita melihat Al-Aqsa dekat karena kita sekarang berada di era kemenangan dan transformasi yang dibuat oleh bangsa Palestina dan kubu resistensi kita.”

Haniyeh menyebutkan bahwa penduduk dan para pejuang di kawasan Gaza yang diblokir Israel sejak 15 tahun silam dan yang telah menjalani Perang Pedang Quds melawan Israel sekarang “bersiap untuk perang strategis melawan musuh, Zionis.”

Menurutnya, Perang Pedang Quds merupakan pergeseran strategis dalam perjuangan melawan Israel, dan bahwa rezim yang dipersenjatai dengan segala jenis senjata ini telah terguncang oleh serangan roket sayap militer Hamas Brigade Qassam dan faksi-faksi resistensi Palestina lainnya dari Gaza.

Ismail Haniyeh memastika Tepi Barat bangkit kembali dan mengangkat senjata, dan al-Qassam di Jenin berdiri untuk mengibarkan panji-panji perlawanan. (mm/alalam)

Baca juga:

Pemimpin Hamas dan Pemimpin Jihad Islam Adakan Pertemuan di Beirut

Ismail Haniyeh dan Sayid Hassan Nasrallah Adakan Pertemuan di Beirut

DISKUSI: