Pemimpin Ansarullah: Yaman Punya Rudal Balistik Buatan Dalam Negeri Anti Pertahanan Udara AS

0
120

Sanaa, LiputanIslam.com   Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul Malik Al-Houthi, menyatakan bahwa Yaman sudah memiliki rudal balistik buatan dalam negeri yang tak dapat dicegat atau ditembak jatuh oleh sistem rudal permukaan-ke-udara buatan Amerika Serikat (AS).

Dalam kata sambutan pada pertemuan dengan sejumlah tokoh adat dan pejabat provinsi Taiz  di Sanaa, ibu kota Yaman, Rabu (8/6), Al-Houthi menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah ” melawan agresi (yang dipimpin Arab Saudi)” , ketika “ancaman militer” bertahan dan musuh terus menimbun amunisi untuk memicu “lebih banyak ketegangan pada fase berikutnya.”

Dia kemudian menyebutkan bahwa upaya sedang dilakukan untuk memasukkan teknologi mutakhir ke dalam drone tempur Yaman dan meningkatkan daya tahan penerbangan drone.

“Upaya juga sedang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan pertahanan udara kami, karena kami telah berhasil menjatuhkan semua jenis drone musuh dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Menyinggung serangan pasukan koalisi pimpinan Saudi di provinsi Taiz, Sayid Al-Houthi menekankan bahwa kejahatan terorganisir dan serangan pasukan koalisi pimpinan Saudi di daerah tersebut dengan bertujuan menghancurkan infrastruktur tak akan pernah terlupakan.

Dia juga mengatakan, “AS dan Barat sedang bekerja untuk menghilangkan semua hambatan luar biasa di kawasan itu bagi musuh, Israel, dengan dalih normalisasi hubungan diplomatik.”

Seperti diketahui, Arab Saudi dan sekutu terdekatnya, Uni Emirat Arab (UEA), mulai melancarkan invasi militer di Yaman pada Maret 2015 dengan dukungan senjata dan logistik dari AS dan negara-negara Barat lainnya.

Invasi itu bertujuan memulihkan rezim Abd Rabbuh Mansur Hadi dan menumpas gerakan Ansarullah, yang menjalankan urusan negara tanpa adanya pemerintahan fungsional di Yaman.

Saudi dan UEA gagal mencapai tujuan itu namun perang telah menewaskan ratusan ribu orang Yaman dan menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (mm/presstv)

Baca juga:

Media AS: Saudi Makin Mendekati Normalisasi Hubungan dengan Israel

Yaman Ragukan Kesungguhan Koalisi Saudi dalam Perundingan Yordania

DISKUSI: