Pemimpin Ansarullah Yaman Ingatkan Keberpihakan Saudi dan UEA  kepada Israel

0
88

Sanaa, LiputanIslam.com –  Di tengah ketegangan Timur Tengah terkait dengan aneksasi Israel terhadap beberapa bagian Tepi Barat, Palestina, pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Sayid Abdul Malik Badruddin al-Houthi  memperingatkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) ihwal upaya normalisasi hubungan keduanya dengan Israel yang notabene musuh umat Islam serta keberpihakan keduanya kepada rezim Zionis penjajah Palestina tersebut.

“Arab Saudi dan UEA berpihak kepada Israel, yang merupakan musuh utama dunia Muslim,” ujar al-Houthi dalam pidato televisi yang disiarkan langsung dari Sana’a, ibu kota Yaman, dalam peringatan tahunan “Teriak Perlawanan terhadap Mustakbirin”, Kamis (19/6/2020).

Dia menekankan bahwa kedua negara Arab pesisir Teluk Persia itu bahkan bersekongkol dengan Israel terhadap Palestina dan berusaha menggembosi perjuangannya.

Al-Houthi juga mengatakan Israel dan Amerika Serikat (AS) terus berusaha merongrong dan memerangi Yaman.

“Musuh ingin mendorong sikap apatis publik di antara orang-orang Yaman agar acuh tak acuh terhadap rencana dan skema (musuh) mereka,” ungkapnya.

Sembari mengecam negara-negara Arab tertentu yang dinilainya melayani kepentingan Washington dan Tel Aviv di wilayah Timur Tengah, Al-Houthi menekankan bahwa perlawanan berbasis ajaran Islam merupakan strategi terbaik dalam melawan konspirasi musuh.

Baca: Rusia Bantah Laporan PBB Soal Keterlibatan Iran dalam Serangan ke Kilang Minyak Saudi

“AS dan Israel berupaya memperbudak rakyat Yaman. Plot mereka menarget seluruh komunitas Muslim, dan bertujuan menghancurkan negara-negara Islam dari dalam dengan menabur benih perselisihan dan perpecahan,” ungkapnya.

Pemimpin Ansarullah memastikan pihaknya akan terus melawan ambisi AS dan Israel di kawasan, dan menilai Washington takut berkonfrontasi langsung dengan para pejuang Yaman sehingga lantas mengandalkan Arab Saudi.

Baca: SPIRI: Israel Tambah Persediaan Hulu Ledak Nuklirnya dari 80 Menjadi 90 Unit

Namun, dia lantas menegaskan, “Pasukan bayaran AS dan rezim Israel pada akhirnya akan menarik diri dari Yaman setelah menderita kekalahan memalukan.” (mm/alalam/presstv)

DISKUSI: