Pemimpin Ansarullah Serukan Partisipasi Rakyat dalam Peringatan 7 Tahun Revolusi Yaman

0
173

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayid Abdul Malik Al-Houthi, menyerukan  kepada rakyat negara ini turun ke jalan untuk menandai peringatan tujuh tahun “Revolusi 21 September”, yang terkait dengan masuknya pasukan Ansarullah ke Sanaa, ibu kota Yaman.

Dalam pidato yang disiarkan oleh saluran Al-Masirah milik Ansarullah, Senin (20/9), Al-Houthi menegaskan, “Dengan spirit revolusi dan identitas keimanan, kita akan terus menempuh jalan perjuangan menghadang agresi (pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi) hingga tercapainya kemerdekaan penuh.”

Dia menyebutkan bahwa Ansarullah sekarang sedang menghadapi “agresi dan blokade masif dari negara-negara pemilik fasilitas besar namun hina di lingkungan Arab”.

Dia menilai revolusi rakyat Yaman yang digerakkan oleh Ansarullah “telah menghentikan kesia-siaan yang mengarah kepada kehancuran negara, dan menyetop mandat asing” dan  revolusi ini akan terus berlanjut tanpa boleh berhenti di tengah jalan.

Sayid Al-Houthi juga memastikan bahwa revolusi ini sama sekali tidak memiliki tujuan agresif terhadap pihak manapun, baik di dalam maupun di luar negeri, terutama negara-negara jiran.

“Revolusi ini tidak bertujuan agresif di dalam negeri ataupun di lingkungan Arab dan Islam, terutama negara-negara jiran,” ujarnya.

Dia menyebut pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi sebagai “antek” asing yang telah “menyerahkan kekayaan negara kepada pihak-pihak asing hanya demi kepentingan pribadi”.

Menyinggung Amerika Serikat dia mengatakan, “Washington melalui para dubesnya telah merampas keputusan-keputusan Yaman demi menyukseskan ketamakannya yang ilegal, sedangkan Saudi dan Emirat hanyalah alatnya.”

Gerakan Ansarullah mendatangi Sanaa pada 21 September 2014 sehingga pemerintahan Mansour Hadi kabur ke wilayah lain. Ansarullah lantas menguasai beberapa provinsi Yaman sehingga Arab Saudi dan sekutunya yang mendukung Mansour Hadi membentuk pasukan koalisi untuk  melancarkan invasi militer ke Yaman dengan tujuan menumpas Ansarullah namun gagal.

Sejak invasi itu Yaman dilanda perang sampai sekarang dan membuat negara ini terpuruk dalam krisis yang disebut oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai yang terburuk di dunia. (mm/raialyoum/alam)

Baca juga:

Menhan Pemerintah Ansarullah Yaman Pastikan akan Terus Kembangkan Rudal dan Drone

Pasukan Yaman Lancarkan Serangan Besar ke Wilayah Saudi

DISKUSI: