Pemimpin Ansarullah: Saudi Buka Zona Udaranya untuk PM Israel, Tapi Tutup Zona Udara Yaman untuk Orang Yaman Sendiri

0
175

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi menyatakan bahwa rezim Arab Saudi tega menutup zona udara Yaman bagi orang Yaman sendiri tapi di saat yang sama tak segan-segan membuka zona udara Saudi, termasuk Mekkah dan Madinah, untuk penerbangan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Naftali Bennett menuju Uni Emirat Arab (UEA).

Hal tersebut dikatakan oleh Al-Houthi dalam pertemuannya dengan para delegasi masyarakat adat dan tokoh masyarakat dari tiga provinsi Ma’rib, Shabwah dan Al-Baida, Ahad (19/12).

Pernyataan itu terkait dengan kunjungan Bennett ke UEA yang disambut oleh Menteri Luar Negeri UEA Abdollah bin Zayed pada Ahad malam 12 Desember, dan pertemuan resminya dengan Putra Mahkota UEA Mohamed bin Zayed pada esok harinya.

Kunjungan Bennett itu tercatat sebagai kunjungan resmi pertama seorang perdana menteri Israel ke negara Arab yang berkompromi dengan Israel. Para pejuang Palestina menyebut peristiwa ini sebagai pengkhianatan UEA terhadap Palestina.

Sayid Abdul Malik Al-Houthi juga turut mengecam keras sikap UEA tersebut. Dalam pertemuan dengan para delegasi masyarakat adat tersebut dia juga mengatakan bahwa pertemuan ini diadakan terutama dalam rangka mempererat hubungan antara sesama anak bangsa Yaman dalam semangat perlawanan terhadap agresi pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi.

Al-Houthi berpesan bahwa para tokoh masyarakat bertanggungjawab memperkuat rasa persaudaraan dan saling pengertian antara sesama anak bangsa dan membendung aksi para penyeru perpecahan.

Sehari sebelumnya, dalam sebuah pidato televisi dia mengatakan bahwa masyarakat dunia memandang agresi itu sebagai aksi tercela.

“Kejahatan koalisi agresor di Yaman adalah cela di mata internasional, semua orang mengatakan bahwa agresi ke Yaman merupakan perang tragis yang sama sekali tak sejalan dengan standar kemanusiaan, norma dan etika,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat juga memandang invasi militer Saudi dan UEA ke Yaman gagal mencapai tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Dia lantas bersumbar bahwa mustahil dua negara itu akan dapat meraih tujuannya dalam mengagresi bangsa Yaman yang “siap berdamai tapi pantang menyerah”.

Saling Gempur

Laporan lain menyebutkan bahwa Ansarullah kembali melesatkan beberapa rudal dan pesawat nirawaknya ke sejumlah kota di Saudi, Ahad.

Sumber-sumber Saudi kepada koresponden Al-Alam mengaku mendengar suara-suara ledakan di Jizan dan Khamis Mushait akibat serangan rudal dari Yaman, sementara beberapa laporan lain menyebutkan bahwa serangan itu menyebabkan penangguhan beberapa jadwa penerbangan pesawat di Bandara Jizan.

Sumber-sumber Saudi menyatakan sistem pertahanan udara negara ini telah mencegat dan merontokkan dua drone yang melesat menmuju Bandara Abha.

Ansarullah berulang kali menegaskan bahwa serangan rudal dan drone akan terus mereka lancarkan ke wilayah Saudi selagi pasukan koalisi masih terus memblokade dan mengagresi Yaman.

Di hari yang sama, jet-jet tempur Saudi melancarkan beberapa serangan udara ke Sanaa, ibu kota Yaman, yang satu di antaranya menyasar sebuah bengkel mobil di tengah permukiman.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa sejumlah rumah dan properti penduduk di sekitar bengkel rusak akibat serangan ini, sementara warga ketakutan dan panik dalam peristiwa tersebut. (mm/alalam/fna)

Baca juga:

Pemimpin Ansarullah: Kami Siap Damai, Bukan Menyerah

Perkembangan Perang di Ma’rib, 10 Pasukan Bayaran Saudi Asal Sudan Tewas

DISKUSI: