Pemimpin Ansarullah: Kami Bagian dari Perimbangan yang Diumumkan oleh Pemimpin Hizbullah

0
383

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayid Abdul Malik Al-Houthi, menyatakan pihaknya adalah “bagian yang tak terpisahkan dari perimbangan yang diumumkan oleh Sayid Hassan Nasrallah (Sekjen Hizbullah di Libanon), yaitu perang regional dalam kerangka Poros Resistensi”.

Dalam pidato pada momen peringatan “Seruan Perlawanan terhadap Mustakbirin”, Al-Houthi menyebut peristiwa 11 September AS sebagai tragedi yang sudah diatur oleh AS untuk menguasai kekayaan negara-negara Arab dan Islam, dan pada periode itu AS dan Israel berusaha memberangus identitas Arab dan Islam.

“Namun demikian, pihak-pihak resistensi dan Iran konsisten pada sikapnya menolak dominasi AS-Israel,” lanjutnya.

Al-Houthi menjelaskan bahwa sedemikian masifnya sepak terjang AS saat itu sehingga Partai Reformasi yang menampilkan diri sebagai gerakan Islamis dan turut memerintah di Yaman terpaksa mengubah manuver, pendirian dan slogannya, termasuk sikapnya terhadap Palestina, demi menyesuaikan diri dengan AS yang merajalela di Timur Tengah.

Dia menilai perubahan itu tak ubahnya “kerjasama dengan musuh dan melawan diri”, sementara “Sayid Hussain al-Houthi (tokoh Ansarullah, terbunuh pada tahun 2004 – red.) justru mengumandangkan seruan perlawanan terhadap mustakbirin, meskipun fasilitas yang tersedia kala itu minim.”

Menurutnya, seruan inilah yang mengubah bangsa Yaman dari yang semula apatis menjadi merasa bertanggungjawab dan mengemban kewajiban melakukan perlawanan.

Lebih jauh, Al-Houthi menyebutkan bahwa ketundukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab kepada AS mendorong dua negara Arab Teluk itu untuk berusaha mengopinikan kubu pejuang Palestina, Hizbullah dan Iran sebagai kendala dan penyakit bagi keamanan dan stabilitas Timur Tengah, padahal apa yang dilakukan oleh kubu resistensi tersebut tak lain adalah perlawanan, yang terbukti efektif, terhadap agenda kotor AS dan Israel. (mm/raialyoum)

Baca juga:

[Video] Pasukan Saudi di Kandang Sendiri Dihajar oleh Pasukan Yaman, Bin Salman Dibully Netizen Saudi

Ansarullah Siarkan Dokumentasi Gambar Operasi Militernya di Jizan, 70 Pasukan Bayaran Saudi Tewas

DISKUSI: