Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman Sayid Abdul-Malik Al-Houthi mengungkapkan alasan digelarnya parade militer tentara Yaman kubu Sanaa di berbagai wilayah Yaman belakangan ini.
Alasan itu dia kemukakan dalam kata sambutan untuk parade militer tentara Yaman dengan sandi “Janji akhirat” yang berlangsung di kota Hudaydah, Kamis (1/9). Parade itu melibatkan 25,000 pasukan dan mencakup parade darat, udara dan laut, serta pengungkapan sistem maritim dan senjata baru berupa rudal-rudal darat ke laut Faliq-1, Al-Mandib-2, dan Robij.
Abdul-Malik Al-Houthi Al-Haouthi mengatakan, “Parade militer di berbagai wilayah Yaman mengirim pesan tentang kontinyuitas kerja keras untuk membangun kemampuan kita. Tujuan dari semua parade militer adalah untuk meyakinkan bangsa kita, dan untuk menyampaikan pesan kepada musuh dan agresor yang rakus. Tentara kita yang diberkahi tulus terhubung dengan tanah air dan negaranya, dan pekerjaan terus berlanjut untuk membangun dan mengembangkan tentara.”
Dia menekankan, “Parade militer ini hanya untuk beberapa formasi tentara, dan ada puluhan ribu afiliasinya yang ditempatkan di garis depan. Tentara, yang dibersihkan dari pengkhianat, tetap berada di dalamnya.”
Pemimpin Ansarullah memastikan, “Tentara Yaman hari ini, di berbagai bidang konfrontasi dan pengembangan kemampuannya, telah mencapai taraf yang tinggi, mencapai kapasitas pencegahan yang signifikan. Hari ini mereka jauh lebih memiliki kesiapan, kekuatan, keyakinan, kesadaran, keterampilan, dan komitmen pada misi dan tanggung jawabnya.”
Dia menambahkan, “Kekuatan militer adalah untuk mempertahankan semua bagian negara, termasuk Hudaydah dan pesisir barat secara umum. Akibat fakta dan realitas, ambisi musuh untuk menduduki negara kita dan berdominasi atas bangsa kita telah berubah menjadi fatamorgana dan frustasi.”
Sayid Abdul Malik Al-Houthi menegaskan, “Sekarang musuh berada dalam kesulitan nyata dan dilema besar, sebab rakyat bersama dengan tentara setia mereka bertekad mencegah musuh menduduki negara kita.”
Mengenai hubungan antara Yaman dan lingkungan Arabnya, terutama masalah Palestina, Al-Houthi menegaskan, “Musuh gagal dalam berupaya menjauhkan negara kita dari pendirian prinsipalnya dalam masalah umatnya, terutama masalah Palestina. Yaman sekarang, secara resmi dan nasional, lebih eksis dan konsisten pada prinsip keagamaannya mengenai pembelaan kepada rakyat Palestina dan ukhuwwah Islamiyyah.” (mm/almayadeen/alalam)
Baca juga: