Gubernur Ma’rib Pro-Mansour Hadi Blak-Blakan Akui Pihaknya Hampir Kalah Perang

0
311

Ma’rib, LiputanIslam.com –  Gubernur Ma’rib pendukung presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, Sultan Al-Arada, menyatakan pihaknya keteteran dan hampir kalah dalam pertempuran sengit melawan tentara Yaman dan gerakan Ansarullah/Houthi (kubu Sanaa).

Kepada saluran berita TV Al-Jazeera, Selasa (9/3), Al-Arada bahkan blak-blakan menyatakan pihaknya menderita “kehilangan 18,000 ribu kombatan dan puluhan ribu korban luka” dalam satu tahun terakhir, dan bahwa sekarang kubu Sanaa telah mengepung Ma’rib dari tiga penjuru.

Dia mencatat jumlah korban tewas di pihak kubu Mansour Hadi mencapai 18,000 orang, sedangkan korban lukanya berkisar 40,000-50,000 orang, atau total korban luka dan tewas 68,000 orang.

Al-Arada menjelaskan bahwa seandainya jet- jet tempur koalisi yang dipimpin Arab Saudi tak beraksi maka keadaan sekarang sudah jauh berbeda. Menurutnya, aksi serangan udara koalisi dalam pertempuran di Ma’rib sejauh ini sedikit banyak masih menunjang pertahanan kubu Mansour Hadi setelah kubu Sanaa berada di atas angin.

Namun dia juga menyebutkan “penarikan pasukan Saudi dari Ma’rib sebagaimana penarikan sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab dari sana”.

Al-Arada mengakui kehebatan dan keunggulan kubu Sanaa sembari menyebutkan bahwa mereka menggempur kota Ma’rib dari tiga penjuru utama serta mengerahkan rudal dan pasukan pesawat nirawaknya setelah koalisi menarik sistem pertahanan udaranya.

Dia berharap segera diadakan perjanjian untuk meredakan gejolak perang di Ma’rib di mana kedua pihak sama-sama mengerahkan segenap kemampuannya dalam pertempuran.

Para aktivis menilai bongkar-bongkaran Al-Arada kepada Al-Jazeera itu tak ubahnya dengan pembelotan dari kubu Mansour Hadi yang didukung koalisi setelah dia melihat realitas terkini di lapangan di mana dia merasa cepat atau lambat akan menerima kenyataan Ma’rib yang strategis dan kaya minyak akan jatuh ke tangan kubu Sanaa.

Al-Arada berbuat demikian juga setelah kubu Sanaa berulang kali menyerukan kepada semua orang di Ma’rib dan lain-lain yang selama ini bersekutu dengan koalisi agar “kembali ke pangkuan Yaman karena jika tidak maka resikonya adalah kematian”, sebab kubu Sanaa bersumpah untuk bertempur membebaskan Yaman dari “cengkraman asing dan kawanan teroris”. (mm/alalam/almasirah)

Baca juga:

Perang Yaman, Ketika Turki Antusias Memenuhi Permintaan Bantuan Militer Saudi

Foto Satelit, Situs Militer Saudi di Lanud King Khalid Luluh Lantak Diterjang  Rudal Presisi Yaman

DISKUSI: